Anak migran Indonesia di Malaysia menghadapi keterbatasan akses pendampingan bacaan Al-Qur'an akibat minimnya waktu orang tua dan terbatasnya layanan pendidikan keagamaan yang terjangkau. Hasil observasi di PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur menunjukkan bahwa sebagian peserta didik masih mengalami kesulitan membaca Al-Qur'an secara lancar, menerapkan kaidah tajwid, dan melafalkan makhraj huruf dengan tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan pendampingan metode tartila sebagai penguatan bacaan Al-Qur'an bagi anak migran Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Mei hingga 3 Juni 2026 dengan melibatkan 10 peserta didik usia 9–12 tahun menggunakan pendekatan service learning. pendekatan yang dilaukan melalui service learning dalam konteks pendidikan nonformal bagi komunitas migran Indonesia di luar negeri. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, refleksi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara informal, penilaian kemampuan membaca, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil kegiatan menunjukkan penguatan yang nyata dan terukur pada aspek pengenalan huruf hijaiyah, ketepatan makhraj, kelancaran membaca, penerapan tajwid, serta kepercayaan diri peserta didik. Program juga mendorong terbentuknya kebiasaan membaca Al-Qur'an secara mandiri dan memperkuat peran PKBM sebagai pusat penguatan religius anak migran.
Copyrights © 2026