Abstract This study analyzes the interconnectedness of the science approach in the study of hadith according to Syamsul Anwar with a focus on the reconstruction of the chronology of the Farewell Hajj. The method used is qualitative descriptive-analytical through the collection of hadith related to the Prophet's departure and verification with astronomical data of Zulkaidah-Zulhijah 10 H, then analyzing the results of Syamsul Anwar's thoughts through the framework of Karl Mannheim's sociology of knowledge. This research finds that Syamsul Anwar's principle of integration-interconnection, which dialogues the science of hadith with astronomy, is not a thought that emerged in a vacuum, but rather a product of thought constructed by his social position, his intellectual background, and his attachment to the generation and culture (Generationszusammenhang) of Muhammadiyah intellectuals. Abstrak Penelitian ini menganalisis pendekatan interkoneksi sains dalam kajian hadis pandangan Syamsul Anwar, berfokus pada rekonstruksi kronologi Haji Wada’. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis melalui pengumpulan hadis terkait keberangkatan Nabi dan verifikasi dengan data astronomi Zulkaidah–Zulhijah 10 H. Pembacaan terhadap pemikiran Syamsul Anwar melalui kerangka sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Penelitian ini mendapati prinsip integrasi-interkoneksi Syamsul Anwar, yang mendialogkan ilmu hadis dengan astronomi, bukanlah pemikiran yang muncul dalam ruang hampa, melainkan produk pemikiran yang dibangun oleh posisi sosialnya, latar belakang intelektualnya, dan keterikatannya pada generasi dan budaya (Generationszusammenhang) para intelektual Muhammadiyah.
Copyrights © 2024