Transformasi pendidikan pasca-pandemi COVID-19 menuntut pergeseran fundamental dalam desain kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Model blended learning kini menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung keberlangsungan pendidikan, namun seringkali adaptasi tersebut hanya berfokus pada aspek teknis penggunaan media, sehingga mengabaikan esensi pendidikan nilai. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pola efektif pengembangan kurikulum PAI berbasis blended learning yang adaptif dan koheren. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola efektif blended learning dalam PAI dilakukan melalui pemetaan materi yang sistematis: moda tatap muka untuk aspek psikomotorik dan ibadah, serta moda daring untuk aspek kognitif dan eksplorasi teoretis. Integrasi nilai dalam ekosistem digital dilakukan melalui peran pendidik sebagai desainer instruksional yang memberikan umpan balik reflektif. Kesimpulannya, kurikulum PAI berbasis blended learning yang ideal menuntut keseimbangan antara kecanggihan teknologi dengan penguatan nilai spiritualitas siswa. Pengembangan kurikulum ke depan harus mengedepankan fleksibilitas desain instruksional untuk menciptakan generasi muslim yang literat digital sekaligus kokoh dalam integritas moral.
Copyrights © 2026