cover
Contact Name
Yuliana Habibi
Contact Email
jurnaledureka@gmail.com
Phone
+6285642806661
Journal Mail Official
jurnaledureka@gmail.com
Editorial Address
Perum GIS No. 16 Desa Sampih Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan Jawa Tengah
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 31249760     EISSN : 3124971X     DOI : -
Core Subject :
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran adalah publikasi akademik yang berfungsi sebagai media diseminasi karya ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran. Jurnal ini memuat hasil penelitian empiris, kajian teoretis, serta pengembangan model, strategi, dan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan kontemporer. Artikel-artikel yang diterbitkan ditulis oleh peneliti, akademisi, dan praktisi pendidikan dari berbagai latar belakang keilmuan. Melalui proses penelaahan ilmiah yang sistematis, Edureka bertujuan untuk memperkaya khazanah keilmuan, meningkatkan kualitas praktik pembelajaran, serta mendukung pengembangan kebijakan dan profesionalisme pendidik.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Implementasi Metode Reward Dalam Memotivasi Menghafal Kosakata Bahasa Arab Pada Anak di TPQ Raudhatul Qur'an Bambu Apus Mohammad Harits Rezza
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode reward dalam memotivasi anak menghafal kosakata bahasa Arab di TPQ Raudhatul Qur’an Bambu Apus Pamulang Barat Tangerang Selatan. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya motivasi belajar anak dalam menghafal mufrodat, yang berdampak pada keterbatasan penguasaan dasar bahasa Arab sebagai fondasi pemahaman Al-Qur’an dan ilmu keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru TPQ dan anak didik yang terlibat dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode reward, baik dalam bentuk pujian verbal, hadiah sederhana, maupun penghargaan simbolik, mampu meningkatkan motivasi, antusiasme, dan partisipasi aktif anak dalam menghafal kosakata bahasa Arab. Metode reward juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan, interaktif, dan kondusif, serta memperkuat hubungan emosional antara guru dan peserta didik. Namun, penelitian ini juga menemukan potensi risiko ketergantungan anak terhadap reward apabila tidak diterapkan secara proporsional. Oleh karena itu, metode reward disarankan untuk digunakan secara terencana dan seimbang, serta dikombinasikan dengan strategi pembelajaran yang menumbuhkan motivasi intrinsik dan nilai spiritual dalam pembelajaran bahasa Arab.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Drilling Terhadap Pemahaman Mufradat Bahasa Arab Di Kelas Takhasus Pondok Pesantren Fajar Dunia Neng Ranisa Suhaenah
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan mufradat merupakan fondasi utama dalam pembelajaran bahasa Arab, khususnya di lingkungan pesantren yang menekankan pemahaman teks-teks keislaman berbahasa Arab. Namun, rendahnya kemampuan kosakata santri masih menjadi permasalahan yang sering dijumpai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berbasis drilling serta menguji pengaruhnya terhadap pemahaman mufradat bahasa Arab santri Program Takhasus Bahasa Arab Pondok Pesantren Fajar Dunia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto. Subjek penelitian berjumlah 20 santri kelas XI dan XII Takhasus Bahasa Arab. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis drilling berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 62%. Pengujian hipotesis menunjukkan adanya pengaruh signifikan pembelajaran berbasis drilling terhadap pemahaman mufradat bahasa Arab santri, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,575 dan nilai koefisien determinasi sebesar 33,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa metode drilling berkontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman kosakata bahasa Arab, meskipun masih dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan metode drilling secara terintegrasi dengan pendekatan kontekstual untuk mengoptimalkan pembelajaran mufradat di pesantren.
Implementasi Pendekatan Deep Learning Pada Pendidikan Tauhid di SD TQ Ma’had Mutiara Islam Prembun Rini Sulistyowati; Nisrokha
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendekatan deep learning dalam pendidikan tauhid di SDTQ Ma’had Mutiara Islam Prembun Kabupaten Kebumen serta menganalisis kontribusinya terhadap pemahaman dan internalisasi nilai-nilai keimanan peserta didik tingkat dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan pendidikan tauhid di era modern yang masih cenderung berorientasi pada hafalan dan kurang menyentuh aspek pemaknaan serta penghayatan nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan pendidik, serta studi dokumentasi yang dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tauhid di SDTQ Ma’had Mutiara Islam Prembun diimplementasikan secara holistik melalui integrasi pembelajaran kelas, kegiatan tahfidz Al-Qur’an, pembiasaan ibadah, dan keteladanan pendidik. Pendekatan deep learning diterapkan melalui pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga mendorong keterlibatan aktif peserta didik dan pemahaman tauhid yang lebih mendalam. Pendekatan ini berdampak positif terhadap peningkatan partisipasi belajar, kesadaran beribadah, serta perubahan sikap dan perilaku santri yang mencerminkan nilai-nilai tauhid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan deep learning memiliki potensi besar sebagai model pembelajaran pendidikan tauhid yang efektif dan relevan untuk dikembangkan pada pendidikan Islam tingkat dasar.
Peran Guru dalam Pengembangan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini melalui Peran Guru di Raudhatul Athfal Ubay bin Ka’ab Sri Hartati
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam pengembangan kemampuan berbahasa anak usia dini di RA Ubay bin Ka’ab Duri, Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan kepala sekolah sebagai informan utama. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator, model penggunaan bahasa, dan motivator dalam pengembangan bahasa anak. Pengembangan bahasa dilaksanakan secara terintegrasi melalui kegiatan bermain, pembelajaran tematik, serta pembiasaan sehari-hari yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak pada kelompok TK A dan TK B. Lingkungan belajar yang komunikatif dan suportif mendorong anak untuk berani berkomunikasi, memperkaya kosakata, serta menyusun kalimat sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas interaksi guru dan anak berkontribusi signifikan terhadap optimalisasi perkembangan bahasa anak usia dini. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik PAUD dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa yang holistik dan berpusat pada anak.
Kreativitas Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menumbuhkan Minat Belajar PAI di SDN 01 Tegalmlati Tri Widiyanti
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kreativitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menumbuhkan minat belajar siswa di SDN 01 Tegalmlati. Masalah utama penelitian berakar pada rendahnya antusiasme siswa yang ditandai dengan perilaku pasif, mengantuk, dan kurangnya keterlibatan dalam proses pembelajaran. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas guru yang diimplementasikan melalui strategi 4-P (Pribadi, Pendorong, Proses, Produk) dan integrasi tiga pilar kompetensi—profesionalisme, kepribadian, serta hubungan sosial—menjadi faktor kunci dalam transformasi iklim kelas. Implementasi metode mengajar yang variatif seperti demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab, serta pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif, terbukti efektif dalam mengakomodasi keragaman gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Melalui pendekatan kreatif ini, guru berhasil mereduksi kejenuhan siswa dan membangun motivasi intrinsik, sehingga materi PAI dapat dipahami secara cermat dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kreativitas guru adalah instrumen vital dalam menjamin efektivitas pembelajaran agama di tingkat sekolah dasar.
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas III SD Negeri Cibatok 05 Arinda Rizkiyana
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas III SD Negeri Cibatok 05. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk melihat perubahan keaktifan dan peningkatan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Pada siklus I tingkat keterlibatan siswa mencapai 60%, kemudian meningkat menjadi 84% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata kelas dari 68 pada siklus I menjadi 78 pada siklus II dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 88%. Temuan ini menunjukkan bahwa model Discovery Learning mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi IPAS di sekolah dasar.
Peran Guru Dalam Pengembangan Perilaku Moral Pada Anak di Raudhatul Athfal Ubay Bin Kaab Duri Riau Abelia Giti
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam pengembangan perilaku moral pada anak usia dini di RA Ubay Bin Kaab Duri, Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami secara mendalam strategi dan praktik yang dilakukan guru dalam menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah serta kegiatan pembelajaran di lingkungan RA Ubay Bin Kaab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting sebagai teladan, pembimbing, motivator, dan fasilitator dalam proses pembentukan perilaku moral anak. Pengembangan nilai moral dilakukan melalui berbagai strategi pembelajaran seperti pendekatan learning by doing, kegiatan bermain, bercerita, bermain peran, serta pembiasaan perilaku positif dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. Selain itu, penguatan nilai moral juga dilakukan melalui integrasi nilai-nilai agama, seperti pembiasaan doa, dzikir, serta pengenalan hadits-hadits pendek yang relevan dengan kehidupan anak. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kerja sama antara guru dan orang tua sangat diperlukan untuk mendukung konsistensi pembentukan perilaku moral anak baik di sekolah maupun di rumah. Temuan penelitian ini memberikan gambaran bahwa peran guru sangat menentukan dalam membentuk karakter dan perilaku moral anak sejak usia dini.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Pendidikan Pancasila di SDN Margomulyo I Risma Mursyida
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Cooperative Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas II SDN Margomulyo I. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 siswa yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas belajar siswa, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil belajar siswa pada tahap pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Pada tahap pra-siklus hanya sekitar 38% siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal. Setelah penerapan tindakan pada siklus I terjadi peningkatan hasil belajar, dan pada siklus II rata-rata nilai siswa mencapai 84,2 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 84,62%. Selain meningkatkan hasil belajar, model pembelajaran Cooperative Learning juga meningkatkan aktivitas belajar siswa, kerja sama kelompok, serta kemampuan komunikasi dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Peran Lingkungan Kelas Yang Mendukung Pengembangan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini TK Hadhaanah Al Ashlein Aisyah
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lingkungan kelas yang mendukung dalam pengembangan kemampuan bahasa anak usia dini di TK Hadhaanah Al Ashlein. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode campuran (mixed method) yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pengaruh lingkungan kelas terhadap kemampuan bahasa anak. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan dua belas orang tua siswa yang memiliki anak usia 4–6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kelas memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi bahasa melalui berbagai aktivitas komunikasi, seperti kegiatan bercerita, bermain peran, diskusi kelompok, serta interaksi antara guru dan siswa. Selain itu, integrasi nilai-nilai spiritual dalam kegiatan berbahasa, seperti penggunaan doa pendek, kalimat thayyibah, dan hafalan hadits, turut mendukung perkembangan kemampuan komunikasi anak. Lingkungan kelas yang komunikatif dan kondusif juga meningkatkan kepercayaan diri anak dalam berbicara serta mendorong mereka untuk lebih aktif mengekspresikan pengalaman dan gagasan melalui bahasa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan kelas yang dirancang secara interaktif dan mendukung dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan kemampuan bahasa anak usia dini.
Penerapan Pembelajaran Inkuiri Pada Materi Perkembangbiakan Hewan Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas III SDN Sumberwuluh 03 Ahmad Mario Romadhoni Sandova; Setyo Andi Nugraha
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran inkuiri pada materi perkembangbiakan hewan dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas III di SDN Sumberwuluh 03. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil belajar siswa pada tahap pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perkembangbiakan hewan. Pada tahap pra-siklus, persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 50%. Setelah penerapan pembelajaran inkuiri pada siklus I, ketuntasan belajar meningkat menjadi 70%. Pada siklus II, ketuntasan belajar siswa kembali meningkat menjadi 90%. Selain meningkatkan hasil belajar, pembelajaran inkuiri juga meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran melalui kegiatan pengamatan, diskusi kelompok, dan presentasi. Pendekatan pembelajaran ini memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna sehingga membantu siswa memahami konsep IPA secara lebih mendalam.

Page 1 of 2 | Total Record : 14