Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pasar dari pergeseran penggunaan rasio aspek pada film konvensional ke digital serta implikasinya terhadap framing dan konstruksi point of view (POV) sinematografer. Rasio aspek sebagai elemen fundamental dalam sinematografi tidak hanya berfungsi sebagai parameter teknis, tetapi juga sebagai perangkat estetika yang memengaruhi komposisi visual, kedalaman ruang, dan pengalaman visual penonton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis visual melalui teknik frame grab pada beberapa versi film, yaitu IMAX, teater, dan digital. Objek penelitian difokuskan pada film Guardians of the Galaxy Vol.3 dan The Dark Knight yang memiliki variasi rasio aspek dalam distribusinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio aspek yang lebih tinggi, seperti IMAX, menghasilkan framing yang lebih luas dan meningkatkan kedalaman visual serta pengalaman immersive. Sebaliknya, rasio aspek widescreen pada versi teater dan digital cenderung menghasilkan framing yang lebih sempit dan fokus pada karakter, sehingga memperkuat keterlibatan emosional penonton. Perbedaan ini juga berdampak pada konstruksi POV, di mana rasio aspek luas menghasilkan perspektif yang lebih objektif dan eksploratif, sementara rasio sempit menghasilkan perspektif yang lebih subjektif dan intim. Penelitian ini menegaskan bahwa rasio aspek merupakan elemen strategis dalam sinematografi yang berperan penting dalam membentuk pasar dan pengalaman visual dan naratif penonton di era media digital.
Copyrights © 2026