Perkembangan platform Over-The-Top (OTT) seperti Netflix menempatkan poster film sebagai antarmuka visual yang berkompetisi dalam mekanisme attention economy. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis bagaimana estetika visual pada poster film Indonesia dikonstruksi sebagai strategi komunikasi sekaligus sebagai komoditas dalam ekosistem platform streaming. Objek penelitian terdiri atas lima poster film Indonesia yang menduduki peringkat Top 5 Netflix Indonesia periode 2024–2026, yaitu 24 Jam Bersama Gaspar, Tuhan, Izinkan Aku Berdosa, Malam Pencabut Nyawa, Kabut Berduri, dan Siksa Kubur. Analisis dilakukan melalui pendekatan estetika fotografi formal, semiotika Roland Barthes, serta perspektif ekonomi politik media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen visual seperti pencahayaan, komposisi, warna, perspektif, dan simbol visual dikonstruksi untuk menghasilkan makna pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos sekaligus mengarahkan perhatian audiens melalui penyederhanaan narasi ke dalam penanda visual yang dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam ekosistem Netflix, estetika visual tidak hanya membangun identitas film, tetapi juga berfungsi sebagai strategi komunikasi yang meningkatkan visibilitas konten dalam kompetisi perhatian. Penelitian ini berkontribusi dengan memperluas kajian poster film dari pendekatan semiotika menuju pemahaman mengenai hubungan antara konstruksi estetika visual, komodifikasi, dan attention economy pada platform streaming.
Copyrights © 2026