Material berpori dapat dibuat dari berbagai macam jenis material, meliputi material logam, material polimer, dan material keramik. Salah satu tipe material berpori yang berbahan dari material keramik adalah corundum yang terbuat dari alumunium oksida (Al2O3). Corundum memiliki karakteristik dimana mampu menyimpan panas dengan baik sehingga banyak digunakan sebagai isolator panas. Karakteristik tersebut dipengaruhi oleh sifat permeabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian permeabilitas material pori dalam bentuk piringan berbahan baku serbuk corundum dengan variasi suhu sintering. Permeabiltas yang dikaji memiliki variasi gas yaitu oksigen, nitrogen, dan udara. Pembuatan piringan berpori berdiameter 25 mm dan tebal sebesar 2 mm melalui 3 tahap yaitu, tahap mixing dengan mencampurkan alumunium oksida (Al2O3) sebesar 97% dan Polyethylene Glicol (PEG) sebesar 3% hingga homogen. Lalu di kompaksi dengan tekanan sebesar 686 Mpa dan dilakukan proses sintering. Proses sintering ini dilakukan dengan 3 variasi suhu 11000C, 12000C, dan 13000C dengan laju pemanasan 100C/min. Spesimen yang sudah disinter akan diuji nilai porositasnya menggunakan metode massa. Pengujian porositasnya menggunakan alat timbangan analitik untuk mengetahui massa kering dan basahnya. Didapatkan nilai porositas pada suhu 11000C sebesar 12,87%, suhu 12000C sebesar 10,32%, dan pada suhu 13000C sebesar 9,69%. Maka dapat disimpulkan semakin tinggi suhu sintering, semakin kecil nilai porositas pada piringan berpori.
Copyrights © 2024