Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya sering terhambat oleh penurunan kualitas tanah, terutama pada tanah masam dengan pH rendah dan ketersediaan hara terbatas seperti oksisol. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk organik cair (POC) limbah kulit nanas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi POC 0, 80, 120, 140, dan 160 mL L⁻¹. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, komponen hasil, dan pH tanah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji BNJ taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa POC tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif, namun berpengaruh nyata terhadap diameter buah dan berat buah per tanaman. Secara deskriptif, dosis 80–120 mL L⁻¹ cenderung mendukung pertumbuhan, sedangkan dosis 160 mL L⁻¹ menghasilkan komponen hasil tertinggi. Selain itu, POC meningkatkan pH tanah dari 5,0 menjadi 6,4–6,7, dengan efektivitas tertinggi pada dosis 140 mL L⁻¹. Secara keseluruhan, POC limbah kulit nanas berpotensi sebagai amelioran tanah dan pendukung produksi tanaman, meskipun efektivitasnya dipengaruhi kondisi lingkungan dan faktor biotik.
Copyrights © 2026