Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluation of the Fertility Status of Rice Fields in Giri Jaya Village, Nagrak District, Sukabumi Regency Rahmayuni, Erlina
Jurnal Solum Vol 21, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsolum.21.1.22-29.2024

Abstract

Rice field management plays a crucial role in successfully increasing rice production. This research aims to assess the fertility status of rice fields situated at varying altitudes in Giri Village, Nagrak District, Sukabumi Regency. The research comprises three stages, which include: Field research, Laboratory research, encompassing the analysis of soil chemical properties. Data analysis, conducted both descriptively and quantitatively. Composite soil samples from rice fields were collected at three different elevations (top, middle, and bottom) at a depth of 1-20 cm in the surface layer of the rice field soil. Analysis of paddy soil samples involved measuring pH H2O using the electrometric method, total N, and cation exchange capacity (CEC) using the titrimetric method, potential K2O using the flame photometric method, potential P2O5 and organic C using the spectrophotometric method, K-dd and Na-dd using the flame photometric method, and Ca-dd and Mg-dd using the AAS method. Data obtained from soil analysis at different elevations were compared based on soil type for each observed parameter. The research results indicate that the evaluation of nutrient status is influenced by altitude. Land situated at lower elevations exhibits better soil fertility status, followed by land at the upper and middle elevations. Keywords: Altitude, Andisols, Erosion, Rice fields, Soil fertility.
Limbah Cangkang Kerang Hijau sebagai Amelioran pada Bawang Merah Elfarisna, Elfarisna; Mudhar, Moza Raihana; Rahmayuni, Erlina
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.9.2.%p

Abstract

Limbah cangkang kerang hijau (CKH) dari kandungannya haranya dapat dijadikan sebagai amelioran (meningkatkan pH tanah) dan sumber unsur hara yang diaplikasikan pada tanaman bawang merah. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis limbah cangkang kerang hijau sebagai amelioran terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan  bulan Februari – April 2023, yang berlokasi di daerah Bukit Dago, Rawakalong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), dengan 5 perlakuan yaitu P0 : CKH 0g/tanaman, P1 : CKH 5g/tanaman ( 1ton ha-1), P2 : CKH 10g/tanaman ( 2ton ha-1),  P3 : CKH 15g/tanaman ( 3 ton ha-1), dan  P4 : CKH 20g/tanaman (4 ton ha-1). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian limbah CKH sebagai amelioran dapat meningkatkan pH tanah, pemberian limbah CKH sebagai amelioran berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi, bobot basah umbi, bobot kering umbi, dan bobot umbi protolan kering per rumpun.
Efficiency of Inorganic Fertilizer Utilization with Biofertilizer on the Growth and Production of Soybeans (Glycine max (L). Merrill.) Rahmayuni, Erlina; Mayangsari; Herman, Welly; Elfarisna; Putri, Elsa Lolita
TERRA : Journal of Land Restoration Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/terra.6.2.94-99

Abstract

Soybeans (Glycine max (L). Merrill.) are an important source of protein in Indonesia whose supply is still very low. One of the causes is low soil fertility so it needs to be fertilized. Continuous fertilization using inorganic fertilizers turns out to have a sustainable effect, namely increasing soil damage, so it needs to be made more efficient with biological fertilizers. The research aims to determine the response of soybean plants to the application of biological fertilizer as an efficient use of inorganics. The research was carried out in Lengkong Poncol Village RT/RW 001/011 Wetan, Serpong District, South Tangerang at an altitude of ± 25 m above sea level from January 2020 to April 2020. The research used a randomized complete group design (RKLT) with five treatments, as follows: NPK 100%, NPK 75% + Biofertilizer 100 ml, NPK 50% + Biofertilizer 100 ml, NPK 25% + Biofertilizer 100 ml, and Biofertilizer 100 ml. Observations were made on plant growth and soil analysis. The results of the research showed that the use of biological fertilizer to make the use of NPK fertilizer more efficient did not have a real effect on plant growth. It can be seen that the use of biological fertilizer by making NPK fertilizer more efficient gave the same results as using 100% NPK fertilizer and using 75% NPK fertilizer + fertilizer. biological 100 ml/plant affects plant height, pH value, and soil nitrogen content.
EFEK APLIKASI CANGKANG KERANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Elfarisna, Elfarisna; Budiawan, Mahfudin; Fitriah, Nurul; Rahmayuni, Erlina; Herman, Welly; Kurniati, Kurniati
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 21 No 2 (2024): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v21i2.3869

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji efek aplikasi limbah Cangkang Kerang Hijau (CKH) sebagai amelioran terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Dilakukan di kebun percobaan Universitas Muhammadiyah Jakarta (Januari–April 2022), penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan CKH (0, 5, 10, 15, dan 20 g/tanaman) serta pupuk dasar (urea, SP-36, KCl). Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian CKH tidak memberikan pengaruh signifikan, namun CKH 20 g/tanaman menunjukkan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi.
Penyuluhan dan Pendampingan Budidaya Microgreens dan Pengolahannya di Kelompok Wanita Tani Nusa Indah Cirendeu Sumiahadi, Ade; Putri, Dirgahani; Wulandari, Yukarie Ayu; Maruf, Mohammad Ainul; Rahmayuni, Erlina; Sularno; Rosdiana; Maulana, Ragil; Wifrandi, Arild Sadewo; Chintya, Cindy Geraldine
Open Community Service Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v4i1.112

Abstract

Urban farming merupakan strategi pemanfaatan lahan sempit untuk menghasilkan bahan makanan segar sebagai upaya pemenuhan ketersediaan pangan perkotaan. Lokasi keberadaan KWT Nusa Indah yang berada di daerah padat penduduk menyebabkan keterbatasan lahan menjadi sebuah permasalahan penting, sehingga praktik budidaya tanaman lahan sempit sangat dibutuhkan. Microgreens menjadi solusi yang ditawarkan kepada KWT Nusa Indah untuk menjadi alternatif budidaya tanaman lahan sempit, namun belum ada sumber daya yang dapat memberikan informasi terkait microgreens. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra terkait praktik budidaya microgreens. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2025, di Balai Warga Jl. Gunung Indah VI RT 01 RW 03, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan diikuti oleh 15 orang peserta dari mitra. Pelaksanaan meliputi kegiatan survei awal, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap survei awal telah dilakukan untuk memetakan masalah dan rencana waktu kegiatan. Tahapan pelaksanaan meliputi sosialisasi program, penyuluhan, dan pendampingan. Tahap evaluasi meliputi penilaian peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta penilaian kepuasan mitra. Kegiatan pengabdian masyarakat telah berhasil dilakukan dengan baik, ditunjukkan dengan nilai tes yang mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 20,15% dengan hasil skor kepuasan mitra sebesar 100% (sangat puas).
Evaluation of the Fertility Status of Rice Fields in Giri Jaya Village, Nagrak District, Sukabumi Regency Rahmayuni, Erlina; Elfarisna; Herman, Welly; Putri, Elsa Lolita; Kurniati
TERRA : Journal of Land Restoration Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/terra.7.1.42-47

Abstract

The research comprises three stages, which include: Field research, Laboratory research, encompassing the analysis of soil chemical properties. Data analysis, conducted both descriptively and quantitatively. Composite soil samples from rice fields were collected at three different elevations (top, middle, and bottom) at a depth of 1-20 cm in the surface layer of the rice field soil. Analysis of paddy soil samples involved measuring pH H2O using the electrometric method, total N, and cation exchange capacity (CEC) using the titrimetric method, potential K2O using the flame photometric method, potential P2O5 and organic C using the spectrophotometric method, K exchangeability and Na exchangeability using the flame photometric method, and Ca exchangeability and Mg exchangeability using the AAS method. Data obtained from soil analysis at different elevations were compared based on soil type for each observed parameter. The research results indicate that the evaluation of nutrient status is influenced by altitude. Land situated at lower elevations exhibits better soil fertility status, followed by land at the upper and middle elevations.
Characteristics of Soil Chemical Properties Associated with Inceptisols in Various Land Use in Jasinga, Bogor Rahmayuni, Erlina; Anwar, Syaiful; Nugroho, Budi; Indriyati, Lilik Tri
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 28 No. 3: September 2023
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2023.v28i3.89-97

Abstract

Inceptisols are soils with low to moderate fertility and have not experienced further development. This study aims to characterize the chemical properties of inclusions and base exchange fractionation of P of soil on Inceptisol soil map units of forest land, dry land, and paddy fields in Jasinga. Soil samples were taken at three horizons (Ao or Ap, AB/B1, and B/Bt) on forest soil profiles and dry land, while on paddy fields, they were taken at a depth of 0-20 cm, 20-40 cm, and 40-60 cm from the surface land. The chemical properties of the soil analyzed were soil pH, C-organic, soil bases, P-total, CEC, base saturation, and P fractionation. The results showed that the chemical properties of inclusions in the Inceptisol Jasinga soil map unit included high CEC and BS and low Mn-dd. The dominant soil inclusions are in paddy fields, followed by forests, and the lowest is in dry land. The chemical properties findings did not significantly differentiate the available inorganic P, Al-P, (Fe, Mn)-P, and (Ca, Mg)-P fractions. The inclusion of chemical characteristics did not result in a reversal of the correlation with the inorganic P fraction.
Dosis Frass Larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai Pupuk Organik: Implikasinya terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pagoda (Brassica Narinosa L.) Rahmayuni, Erlina; Ferdian, Felik; Elfarisna, Elfarisna; Herman, Welly
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 JULI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.6905

Abstract

Frass larva Black Soldier Fly (BSF) merupakan amandemen organik potensial untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai dosis frass BSF yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor dengan lima perlakuan dosis frass (0–150 g/tanaman). Parameter yang diamati, meliputi pH tanah, pertumbuhan vegetatif (jumlah daun, lebar daun, diameter, panjang akar), dan hasil tanaman (bobot basah, bobot konsumsi, bobot akar, dan konversi/ha). Hasil menunjukkan bahwa meskipun secara statistik tidak signifikan, aplikasi frass BSF memberikan pengaruh biologis positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Dosis 125 g/tanaman menghasilkan nilai tertinggi pada bobot konsumsi (97,27 g) dan hasil panen (6,08 ton/ha), serta pH tanah tertinggi (6,39). Sebaliknya, dosis tertinggi (150 g/tanaman) menurunkan hasil, diduga akibat peningkatan salinitas. Frass juga terbukti memperbaiki pH tanah dan mendukung aktivitas mikroba. Dapat disimpulkan bahwa frass BSF berpotensi sebagai pupuk organik berkelanjutan jika diberikan dengan dosis optimal. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi efisiensi jangka panjang dan interaksi frass dengan tanah. Kata Kunci: frass larva BSF, pertumbuhan tanaman, pupuk organik, sawi pagoda 
The contribution of vegetation stratification and soil quality index in post-coal mining lands Herman, Welly; Iskandar, Iskandar; Budi, Sri Wilarso; Pulunggono, Heru Bagus; Kurniati, Kurniati; Rahmayuni, Erlina
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 5 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.125.8647

Abstract

Open-pit coal mining causes environmental degradation, disrupting ecosystem functions and reducing soil quality. This study evaluated the contribution of vegetation stratification and the Soil Quality Index (SQI) in supporting the recovery of post-coal mining land. The research was conducted on revegetated sites of varying ages (2006-2022) within the PT Allied Indo Coal Jaya mining area in Sawahlunto, West Sumatra. Vegetation structure was analyzed based on five vertical strata: trees, poles, saplings, seedlings, and understory. Concurrently, soil quality was assessed using the SQI, which incorporates physical, chemical, and biological soil parameters. They showed that revegetated sites older than 10 years exhibited more complex vegetation structures and significantly higher SQI values. Among the strata, understory frequency showed the strongest correlation with SQI (r = 0.907), followed by tree density (r = 0.530), reflecting the crucial role of these two layers in enhancing organic matter, microbial activity, and soil stability. Principal Component Analysis (PCA) identified soil pH, organic carbon, total nitrogen, microbial biomass, and soil permeability as the key indicators contributing to SQI formation. These findings confirm that the interaction between vegetation stratification and soil quality plays a central role in accelerating ecosystem recovery and supporting the long-term sustainability of post-mining land revegetation.
PENDAMPINGAN APLIKASI PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAH DI DESA MALANGNENGAH KECAMATAN PAGEDANGAN KABUPATEN TANGERANG Rahmayuni, Erlina; Elfarisna, Elfarisna; Herman, Welly; Nauly, Dahlia; Ramadona, Lola; Diani Tanjung, Dian; Sumiahadi, Ade; Sularno, Sularno; Litdia, Litdia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.1794-1801

Abstract

Kegiatan pendampingan aplikasi pupuk organik dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Pendampingan ini bertujuan untuk memperkenalkan pupuk organik padat dan cair serta cara pengaplikasiannya sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah serta produktivitas pertanian. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi pengenalan pupuk organik (padat dan cair), demonstrasi aplikasinya, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan untuk menilai tingkat pemahaman sebelum dan setelah kegiatan melalui kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan rata-rata tingkat pemahaman meningkat dari 10%-95% sebelum kegiatan menjadi 90%-100% setelahnya. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi untuk mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh, baik dalam memanfaatkan limbah organik untuk pembuatan pupuk maupun dalam aplikasinya di lahan pertanian. Kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya pertanian berkelanjutan dan aplikasi pupuk organik padat dan cair yang berasal dari biomassa pertanian secara optimal.