Kota Blitar memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata kebangsaan berbasis warisan sejarah, namun transformasi menuju smart tourism city masih menghadapi tantangan berupa tata kelola yang terfragmentasi, rendahnya integrasi ekosistem digital, serta terbatasnya kapasitas inovasi para pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menyusun peta jalan strategis pengembangan smart tourism city melalui identifikasi isu-isu mendasar yang memengaruhi transformasi digital sektor pariwisata Kota Blitar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Data dianalisis secara integratif menggunakan Model Iceberg, Diagram Ishikawa, dan kerangka PESTLE untuk mengidentifikasi permasalahan pada level peristiwa, pola, struktur, model mental, serta faktor lingkungan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu strategis utama bukan terletak pada keterbatasan potensi wisata, melainkan pada belum terbangunnya ekosistem digital pariwisata yang terintegrasi dan tata kelola kolaboratif yang mampu menghubungkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan wisatawan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merumuskan peta jalan strategis yang terdiri atas lima pilar, yaitu pembentukan tata kelola terpadu, pengembangan platform digital Visit Blitar, penyediaan pengalaman wisata berbasis teknologi imersif, peningkatan kapasitas digital masyarakat dan UMKM, serta pengelolaan destinasi berbasis data. Peta jalan ini memberikan kerangka operasional bagi transformasi digital pariwisata sekaligus memperkuat daya saing dan keberlanjutan destinasi wisata berbasis warisan budaya.
Copyrights © 2026