Pemain futsal harus memiliki daya tahan, kekuatan, dan kecepatan optimal untuk menunjang performa permainan. Salah satu faktor yang memengaruhi kebugaran adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), yang mencerminkan keseimbangan antara berat badan dan tinggi badan. Pemain dengan IMT berlebih cenderung memiliki kapasitas aerobik yang rendah, sehingga performanya menurun selama pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tingkat kebugaran pada pemain futsal Tiga Muda Borneo Pontianak. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan sampel penelitian berjumlah 20 pemain futsal dari tim Tiga Muda Borneo Pontianak. Instrumen yang digunakan yaitu pengukuran IMT melalui perbandingan berat dan tinggi badan, serta tes kebugaran menggunakan Beep Test untuk mengukur VO₂Max. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov–Smirnov dan Shapiro–Wilk serta uji korelasi Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara IMT dengan VO₂Max, dengan nilai korelasi r = 0,718 dan signifikansi p = 0,000. Hal ini berarti semakin ideal IMT seorang pemain, semakin baik pula tingkat kebugaran fisiknya. Dengan demikian, menjaga IMT dalam kategori normal penting untuk mendukung performa optimal dalam olahraga futsal.
Copyrights © 2026