Pertumbuhan sektor informal di kawasan perkotaan, khususnya pedagang kaki lima (PKL), menjadi solusi ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah namun sering menimbulkan persoalan tata ruang, terutama di kawasan pendidikan tinggi Jebres, Surakarta. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengkomparasi preferensi berlokasi pedagang PKL berdasarkan karakteristik lokasi dan kelas jalan di kawasan pendidikan tinggi Jebres. Metode yang digunakan adalah pendekatan deduktif dengan jenis penelitian eksploratori dan deskriptif kuantitatif, menggunakan data primer dari observasi dan kuesioner, serta data sekunder dari dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas PKL merupakan penjual makanan siap saji dengan latar pendidikan menengah, beroperasi secara menetap di lokasi strategis yang dekat pusat aktivitas mahasiswa, seperti kos-kosan dan kampus. Faktor utama yang mempengaruhi preferensi lokasi PKL yang beragam pada setiap kelas jalan, diantaranya dan berdasarkan faktor visibilitas, aksesibilitas, aglomerasi, dan ketersediaan sarana prasarana, dengan pola penyebaran linier di sepanjang jalur utama kawasan. Kesimpulannya, preferensi lokasi PKL di kawasan pendidikan tinggi Jebres sangat dipengaruhi oleh kemudahan akses, visibilitas tinggi, kedekatan dengan konsumen utama, serta fasilitas pendukung pada setiap kelas jalan sehingga diperlukan kebijakan penataan PKL yang mempertimbangkan faktor-faktor tersebut untuk menciptakan kawasan yang tertata.
Copyrights © 2026