Kawasan Taman Paseban merupakan ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi sebagai pusat aktivitas bagi masyarakat Kabupaten Bantul. Sebagai ruang terbuka hijau yang banyak dimanfaatkan untuk beragam aktivitas, diperlukan peninjauan terhadap tingkat kesesuaiannya agar mampu memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penggunanya secara optimal. Pendekatan placemaking menjadi penting karena menekankan pada penciptaan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mampu membangun keterikatan sosial, identitas kawasan, serta partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesesuaian Kawasan Taman Paseban sebagai ruang terbuka hijau berdasarkan konsep placemaking dengan menggunakan empat prinsip, yaitu keberagaman aktivitas, respon masyarakat, pengaturan fisik kawasan, dan identitas kawasan. Penelitian ini merupakan penelitian deduktif dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan instansi terkait, dan kuesioner pada 100 responden yang merupakan pengunjung Kawasan Taman Paseban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Taman Paseban mendapat skor 29 dari total 40 kriteria penilaian placemaking, terutama pada aspek keberagaman aktivitas dan identitas kawasan. Kelemahan utama Kawasan Taman Paseban berada pada aspek pelibatan masyarakat dalam perencanaan kawasan. Dengan persentase pemenuhan kriteria sebesar 72,50%, Kawasan Taman Paseban termasuk dalam kategori “Memenuhi” sebagai ruang terbuka hijau berdasarkan konsep placemaking.
Copyrights © 2026