Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekayaan daerah, dana perimbangan, ukuran pemerintah daerah, dan leverage terhadap kemandirian keuangan pemerintah daerah kota di Pulau Sumatera. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) pada 34 kota di Pulau Sumatera selama periode 2020–2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah. Secara parsial, kekayaan daerah dan dana perimbangan berpengaruh signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah, sementara ukuran pemerintah daerah dan leverage tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan PAD dan pengelolaan dana transfer yang efisien menjadi kunci dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pembuat kebijakan daerah dalam merancang strategi fiskal berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2025