Dalam kerangka pembangunan desa wisata yang berbasis partisipasi warga, upaya pelestarian budaya dipandang sebagai unsur yang tidak dapat dipisahkan. Peran strategis sebagai penggerak masyarakat guna menopang keberlanjutan budaya lokal diemban oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Meski demikian, sejumlah kendala masih dijumpai dalam pelaksanaan peran tersebut, di antaranya minimnya keterlibatan warga, promosi budaya yang belum berjalan secara maksimal, serta terbatasnya sumber daya manusia yang tersedia. Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam upaya pelestarian budaya di Desa Wisata Pariangan dianalisis melalui penelitian ini, sekaligus diidentifikasi pula faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaannya. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Observasi, wawancara, dan penelusuran dokumentasi dilakukan terhadap Ketua dan anggota Pokdarwis, pihak Dinas Pariwisata, warga setempat, serta wisatawan untuk memperoleh data. Reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan menjadi tahapan yang ditempuh dalam menganalisis data tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, terungkap bahwa tiga aspek utama telah dijalankan Pokdarwis dalam melestarikan budaya, yakni perlindungan budaya melalui pemeliharaan keaslian tradisi dan kesenian setempat, pengembangan budaya lewat penyelenggaraan berbagai kegiatan seperti Festival Pesona Pariangan, dan pemanfaatan budaya sebagai daya tarik wisata yang mendatangkan manfaat sosial, budaya, maupun ekonomi bagi warga. Kekayaan budaya lokal, dukungan dari pemerintah, dan antusiasme sebagian warga tercatat sebagai faktor pendukung. Sementara itu, partisipasi warga yang belum merata, keterbatasan sumber daya manusia, dan promosi budaya yang belum optimal menjadi faktor penghambat yang teridentifikasi. Kolaborasi yang lebih erat antara Pokdarwis, pemerintah, dan masyarakat karenanya perlu diupayakan agar keberlanjutan pelestarian budaya dapat terjaga sekaligus menunjang pengembangan Desa Wisata Pariangan.
Copyrights © 2026