Penelitian ini bertujuan menggali filsafat pendidikan pesantren sebagai dasar konseptual dalam membangun kemandirian pelajar, baik secara akademik maupun sosial. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga transmisi ilmu keislaman, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola diri. Melalui pendekatan kajian pustaka, artikel ini menelaah gagasan-gagasan tentang peran kyai, kultur asrama, pembiasaan hidup sederhana, dan sistem pembelajaran pesantren dalam membentuk sikap mandiri santri. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan pesantren mengandung nilai-nilai kemandirian yang terintegrasi dalam praktik sehari-hari, seperti tanggung jawab personal, kepatuhan, ketekunan belajar, serta kemampuan hidup bersama dalam komunitas. Nilai-nilai tersebut relevan untuk dikembangkan dalam pendidikan kontemporer guna menjawab kebutuhan pelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial. Dengan demikian, filsafat pendidikan pesantren dapat menjadi model alternatif dalam penguatan kemandirian pelajar di tengah tantangan pendidikan modern.
Copyrights © 2026