Backup dan recovery data merupakan aspek krusial dalam menjaga ketersediaan dan integritas data pada sistem komputer. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik metode full backup, incremental backup, dan differential backup terhadap penggunaan kapasitas penyimpanan (storage), kompleksitas pemulihan (recovery), serta durasi waktu pemulihan (recovery time) menggunakan alat rsync pada lingkungan virtual machine berbasis Ubuntu Server. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan dua virtual machine (VM) pada hypervisor Hyper-V, yang dikonfigurasi sebagai VM1 (server utama) dan VM2 (server cadangan). Pengujian memanfaatkan dataset berupa file multimedia berukuran besar dengan total kapasitas mencapai 31.22 GB, yang distribusinya dibagi ke dalam tiga tahap perubahan data, yaitu day1, day2, dan day3. Penerapan proses backup dieksekusi menggunakan rsync melalui koneksi aman SSH antar-virtual machine. Selanjutnya, pengujian pemulihan dilakukan dengan mengukur recovery time memanfaatkan perintah time pada sistem operasi Linux, serta melakukan verifikasi terhadap ukuran dan jumlah file hasil proses restore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode full backup menghasilkan waktu pemulihan tercepat dengan durasi sekitar 6 menit 49 detik, namun konsekuensinya membutuhkan alokasi storage terbesar yaitu mencapai 77 GB. Sebaliknya, metode incremental backup terbukti menghasilkan penggunaan storage paling efisien sebesar 32 GB, tetapi memakan recovery time paling lama sekitar 8 menit 20 detik karena memerlukan proses restore yang bertahap. Sementara itu, metode differential backup menghasilkan penggunaan storage sebesar 37 GB dengan recovery time sekitar 7 menit 14 detik, sehingga menjadi titik kompromi yang ideal antara full backup dan incremental backup. Penelitian menyimpulkan bahwa pemilihan metode backup yang tepat sangat bergantung pada kebutuhan spesifik sistem, khususnya dalam menghadapi trade-off antara efisiensi kapasitas storage dan kompleksitas waktu recovery.
Copyrights © 2026