Pasien yang menjalani prosedur pembedahan umumnya mendapatkan tindakan anestesi untuk menghilangkan rasa nyeri. Anestesi terbagi menjadi anestesi umum dan anestesi regional. Penggunaan anestesi umum diketahui lebih sering menimbulkan nyeri pascaoperasi dibandingkan anestesi regional. Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat memicu berbagai komplikasi salah satunya peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu diperlukan upaya pengelolaan tekanan darah yang efektif. Penanganan dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis maupun non-farmakologis. Pendekatan non-farmakologis memiliki kelebihan karena relatif aman, mudah dilakukan, dan dapat dikombinasikan dengan terapi lain. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah teknik pernapasan 4–7–8 breathing exercise. Metode ini sebelumnya terbukti membantu menurunkan kecemasan serta tekanan darah pada pasien dengan hipertensi. Namun penelitian mengenai penerapan teknik ini pada pasien pasca general anestesi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh 4–7–8 breathing exercise terhadap tekanan darah pada pasien post general anestesi di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi masing-masing 17 responden. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelompok dengan nilai p=0,025 pada kelompok kontrol dan p=0,046 pada kelompok intervensi. Namun uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,740 yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok penelitian ini. Keyword : 478 breathing exercise, general anestesi, tekanan darah
Copyrights © 2026