Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menguraikan bentuk-bentuk variasi bahasa dari segi penutur dalam dialog film Sekawan Limo karya Bayu Skak melalui pendekatan sosiolinguistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus pada pemaparan data secara mendalam terkait penggunaan variasi bahasa oleh para tokoh. Data penelitian berupa tuturan yang terdapat dalam dialog film Sekawan Limo yang dirilis pada tahun 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak yang dipadukan dengan teknik catat, yaitu dengan mengamati secara cermat dialog antartokoh serta mencatat bagian-bagian tuturan yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk variasi bahasa dari segi penutur, yaitu: (1) idiolek yang terlihat dari kekhasan gaya tutur masing-masing tokoh, seperti penggunaan campur kode, pengulangan, serta ekspresi individu; (2) dialek yang didominasi oleh dialek Jawa Timuran melalui pemakaian kosakata dan partikel khas daerah; (3) kronolek yang ditandai dengan penggunaan bahasa kontemporer, seperti misi, sunset, ngecamp, oke, dan thank you; serta (4) sosiolek yang mencerminkan hubungan sosial antarpenutur, seperti kedekatan, kesetaraan, dan penggunaan bentuk sapaan tertentu. Variasi bahasa yang paling dominan dalam film ini adalah dialek dan sosiolek. Keberadaan variasi bahasa tersebut menjadikan dialog dalam film lebih hidup, merepresentasikan realitas sosial, serta membantu penonton dalam memahami karakter dan alur cerita.
Copyrights © 2026