Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil dari pengelolaan kekayaan daerah terpisah terhadap Pendapatan Daerah Sendiri (PAD) Kota Surakarta selama periode 2020–2024. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Pengeluaran Daerah (APBD) Kota Surakarta. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji signifikansi parsial (uji-t), uji signifikansi simultan (uji-F), dan koefisien determinasi (R²), dengan perangkat lunak SPSS sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak daerah memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Pendapatan Daerah Sendiri (PAD). Sebaliknya, retribusi daerah dan hasil dari pengelolaan kekayaan daerah terpisah masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PAD. Lebih lanjut, uji simultan menunjukkan bahwa pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil dari pengelolaan kekayaan daerah terpisah secara kolektif memiliki pengaruh signifikan terhadap Pendapatan Daerah Sendiri Kota Surakarta. Hasil ini menunjukkan bahwa optimalisasi sumber pendapatan daerah, khususnya retribusi daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang terpisah, memainkan peran penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah dan mendukung pembangunan lokal yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026