Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di Indonesia. Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi mencapai 234 kasus dan 12 kematian. Tingginya curah hujan, sanitasi lingkungan yang buruk, serta minimnya kesadaran masyarakat dalam memutus rantai penularan melalui modifikasi lingkungan rumah tangga menjadi faktor risiko utama penyebaran penyakit ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Gerakan "SADAR LEPTO" dilaksanakan sebagai upaya preventif berbasis pemberdayaan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Guyub Waras RT 03 Kepek, Timbulharjo, Sewon, Bantul, mengingat peran strategis perempuan sebagai pengelola sanitasi domestik rumah tangga. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 pengurus dan anggota PKK dengan partisipasi serta antusiasme yang tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman peserta mencapai target minimal (75%) pada seluruh indikator, yaitu identifikasi gejala awal leptospirosis (87,5%), pengenalan vektor utama penular (95,0%), dan penerapan tindakan PHBS rumah tangga (90,0%). Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif melalui observasi partisipasi peserta, diskusi interaktif, dan kemampuan peserta menjawab pertanyaan selama sesi berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan peserta aktif berdiskusi, mampu mengidentifikasi gejala, faktor risiko, dan upaya pencegahan leptospirosis, serta menunjukkan antusiasme dalam mendiskusikan penerapan PHBS di lingkungan rumah tangga.
Copyrights © 2026