Globalisasi menuntut pembelajaran bahasa asing yang tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan berbahasa, tetapi juga pada pengembangan kompetensi interkultural. Dalam pembelajaran bahasa Jepang di sekolah dasar, pengenalan budaya masih cenderung bersifat teoritis sehingga siswa memiliki kesempatan yang terbatas untuk mengalami praktik budaya secara langsung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman bahasa dan budaya Jepang melalui pembuatan f?rin (??) sebagai media edukasi berbasis pendekatan partisipatif. Program dilaksanakan di SD YSKI 2 Semarang dengan melibatkan 24 siswa. Metode yang digunakan mengacu pada Experiential Learning yang meliputi pengalaman langsung, refleksi, konseptualisasi, dan penerapan. Kegiatan meliputi pengenalan sejarah dan makna budaya f?rin, pembelajaran kosakata dasar bahasa Jepang, demonstrasi pembuatan, praktik menghias f?rin, presentasi hasil karya, dan refleksi bersama. Evaluasi dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya Jepang, memperkaya penguasaan kosakata sederhana, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan sikap menghargai keberagaman budaya. Keterlibatan aktif peserta selama proses pembelajaran menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan mendorong interaksi yang lebih baik antara aspek bahasa dan budaya. Dengan demikian, pembuatan f?rin terbukti menjadi media edukasi yang efektif untuk mendukung pembelajaran bahasa Jepang sekaligus memperkuat pemahaman interkultural pada siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026