Penelitian ini menganalisis praktik penulis bayaran atau joki tugas sebagai hasil dari interaksi tekanan akademik, motif ekonomi motif non-ekonomi, dan jaringan sosial mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data didapatkan dari wawancara mendalam dengan tiga penyedia jasa joki yang berpengalaman. Hasil menunjukkan bahwa praktik jokiĀ ini tidak hanya dimotivasi oleh kebutuhan finansial, melainkan juga didorong oleh perluasan jaringan relasi, meningkatkan kemampuan berpikir, hingga mencari ruang sosial yang fleksibel. Media sosial, terkhusus WhatsApp dan Instargam berperan aktif dalam pemasaran layanan. WhatsApp memberikan ruang negosiasi privat dengan klien, sedangkan Intragram adalah pemicu permintaan di jangkauan publik. Dengan Social Exchange Theory, fenomena joki dipahami sebagai jaringan berstruktur weak ties dan peran broker yang menjembatani aliran informasi dengan klien. Konflik moral penjoki dapat dicerna melalui Teori Strain. Studi ini menekankan perlunya kebijakan holistik guna mengatasi akar struktural dari maraknya praktik penulis bayaran.
Copyrights © 2026