Andhita Risko Faristiana
Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gender Harmony and Household Integrity in Migrant Worker Families in Ponorogo: A Sociological Analysis Andhita Risko Faristiana; Muchlis Daroini
MUWAZAH : jurnal kajian gender Vol 17 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/b88nhc38

Abstract

This research analyzes the dynamics of gender harmony and household integrity in migrant worker families in Ponorogo through a qualitative case study approach. The feminization of international migration creates complex gender role restructuring that involves negotiation between Javanese cultural values, Islamic religiosity norms, and the practical demands of transnational life. The findings reveal heterogeneity in family adaptive responses, where the redistribution of domestic roles ranges from progressive transformation to the perpetuation of patriarchy, influenced by individual gender literacy, social stigma, and the quality of digital communication. Although women*'s** economic contributions increase their bargaining power, conservative gender ideology perpetuates the double burden and relational inequality. Family resilience is determined by the convergence of extended family support, remittance management strategies, legal literacy, and religiosity as a coping mechanism. The research identifies gaps in legal protection, risks of family disintegration due to boundary ambiguity, and the transformation of younger generation aspirations. The theoretical implications enrich the transnational family sociology discourse with local cultural perspectives, while practical recommendations include developing a holistic protection framework that integrates gender-sensitive pre-departure counseling, the strengthening of community networks, and sustainable empowerment programs.
Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Pesan Dakwah dalam Akun Instagram @religiustrasi Septiyan Murtadho; Andhita Risko Faristiana
Journal of Communication and Da'wah Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Communication and Da'wah Vol.2 No.1, June 2026
Publisher : Universitas Islam Cordoba Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67008/r65qdk29

Abstract

Perkembangan media sosial telah mendorong berbagai bentuk pesan dakwah digital yang memanfaatkan media visual sebagai wadah penyampaian pesan keagamaan. Instagram menjadi salah satu platform yang banyak digunakan untuk menjangkau generasi muda sebagai target dakwah melalui konten kreatif dan mudah dipahami. Penelitian terdahulu umumnya berfokus kepada pesan dakwah umum, kehidupan sehari-hari, maupun simbol keagamaan dalam media sosial. Namun, kajian mengenai konstruksi makna dan pesan dakwah dalam konten ilustrasi yang mengadapatasi budaya populer masih realitf terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis postingan akun Instagram @religiustrasi yang memadukan unsur budaya populer dengan nilai-nilai Islam melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa makna denotatif, konotatif, mitos dan pesan dakwah yang terkandung dalam postingan akun Instagram @religiustrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data yang diperoleh melalui proses observasi dan dokumentasi terhadap postingan akun Instagram @religiustrasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa postingan tersebut mengontruksikan nilai-nilai keislaman melalui simbol visual, dialog, dan budaya populer yang dekat dengan generasi muda. Pesan dakwah ditemukan mencakup aspek akidah, syariah, dan akhlak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya populer dapat menjadi media dakwah yang efektif, kreatif, komunikatif, dan relevan dalam menyampaikan pesan dakwah di era digital.
Intergenerational Social Conflict in Indonesian Migrant Worker Families Andhita Risko Faristiana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i3.103063

Abstract

Intergenerational social conflict in Indonesian migrant worker families represents a critical yet underexamined structural phenomenon that fundamentally disrupts family functioning, individual well-being, and cultural value transmission across multiple generations. This systematic literature review aims to comprehensively synthesize empirical evidence on the causal determinants, manifestation patterns, multidimensional impacts, and resolution strategies of intergenerational conflicts in Indonesian migrant worker families between 2020-2025. Following PRISMA guidelines, literature searches were conducted across Scopus, Web of Science, ProQuest, JSTOR, ScienceDirect, and Indonesian repositories (Garuda, Indonesia OneSearch). Initial identification yielded 309 articles; after duplicate removal, screening, and quality appraisal using CASP criteria, 28 high-quality peer-reviewed articles were systematically analyzed using NVivo 12 thematic analysis. Results reveal that conflicts emerge from boundary ambiguity caused by parental absence, communication disruptions intensified by Indonesian "halus" communication styles, and economic tensions reflecting divergent generational worldviews shaped by distinct historical experiences. Conflicts manifest through explicit financial disputes and latent role ambiguities, systematically undermining family resilience across legal-integrity, physical, socio-psychological, and socio-cultural dimensions while disrupting traditional value transmission and creating "intimate isolation" despite physical family proximity. Families employ culturally-specific adaptation strategies including accommodation approaches, spirituality-based coping through Islamic values, and economic diversification, though structural barriers limit effectiveness. Two critical interventions are recommended: developing holistic, culturally-sensitive migrant worker protection policies incorporating pre-departure family preparation programs, accessible remittance frameworks, and gender-specific provisions; and strengthening community-based family counseling services through culturally-appropriate conflict mediation training, intergenerational financial literacy programs, and accessible legal aid addressing migration-related disputes.
INSTAGRAM CLOSE FRIEND SEBAGAI SARANA SELF DISCLOSURE MAHASISWA KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM Lita Arista; Andhita Risko Faristiana
Jurnal Komunikasi & Media Digital Vol. 4 No. 01 (2026): Jurnal Komunikasi & Media Digital
Publisher : Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan fitur close friends pada Instagram sebagai sarana self-disclosure mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2021 Universitas Islam Negri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Generasi ini mengalami fase awal perkuliahan pada masa pandemi, sehingga interaksi digital sangat memengaruhi pola komunikasi mereka. Fitur close friends dipilih karena menawarkan ruang privat yang dianggap aman bagi pengguna untuk mengekspresikan diri. Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk self-disclosure mahasiswa pada fitur tersebut serta menganalisis dinamika keterbukaan diri melalui teori Johari Window. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi unggahan close friends. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram close friends menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman pribadi, keluh kesah akademik, ekspresi emosional, serta proses refleksi diri. Mereka merasa lebih bebas mengekspresikan diri karena audiens yang dipilih secara selektif berdasarkan kepercayaan dan kedekatan emosional. Berdasarkan teori Johari Window, self-disclosure mahasiswa terbagi dalam empat area yaitu open area, hidden area, blind area, dan unknown area. Temuan menunjukkan bahwa fitur close friends memfasilitasi perluasan open area sekaligus membantu mahasiswa memahami diri melalui respons sosial.
Menelisik Sudut Pandang Penjoki Tugas: Antara Kebutuhan Ekonomi dan Pelanggaran Integritas Akademik Risma Handayani; Tia Eka Ananda; Anas Khoirul Fatihin; Andhita Risko Faristiana
Journal of Development and Social Change Vol 9, No 1 (2026): Jodasc : Volume 9 (1), 2026
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jodasc.v9i1.111549

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik penulis bayaran atau joki tugas sebagai hasil dari interaksi tekanan akademik, motif ekonomi motif non-ekonomi, dan jaringan sosial mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data didapatkan dari wawancara mendalam dengan tiga penyedia jasa joki yang berpengalaman. Hasil menunjukkan bahwa praktik joki  ini tidak hanya dimotivasi oleh kebutuhan finansial, melainkan juga didorong oleh perluasan jaringan relasi, meningkatkan kemampuan berpikir, hingga mencari ruang sosial yang fleksibel. Media sosial, terkhusus WhatsApp dan Instargam berperan aktif dalam pemasaran layanan. WhatsApp memberikan ruang negosiasi privat dengan klien, sedangkan Intragram adalah pemicu permintaan di jangkauan publik. Dengan Social Exchange Theory, fenomena joki dipahami sebagai jaringan berstruktur weak ties dan peran broker yang menjembatani aliran informasi dengan klien. Konflik moral penjoki dapat dicerna melalui Teori Strain. Studi ini menekankan perlunya kebijakan holistik guna mengatasi akar struktural dari maraknya praktik penulis bayaran.