Kebersihan pribadi mahasiswa asrama sangat penting bagi kesehatan dan kenyamanan selama menempuh studi. Green Dormitory Universitas Malahayati menampung mahasiswa dari berbagai latar belakang yang beragam. Faktor pengetahuan, sikap, keyakinan, dan dukungan orang tua diduga berperan dalam perilaku kebersihan pribadi mahasiswa. Lingkungan yang bersih dan sehat di asrama dapat terwujud melalui perilaku hidup bersih para penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aspek-aspek tersebut dengan kebersihan pribadi mahasiswa di Green Dormitory Universitas Malahayati. Metode yang digunakan adalah studi analitik observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 209 responden yang dipilih secara random sampling sesuai kriteria inklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik ganda untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan.Hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar responden masuk kategori baik pada masing-masing variabel, yaitu pengetahuan (68,9%), sikap (62,2%), dukungan orang tua (78,5%), keyakinan (67,9%), dan perilaku kebersihan pribadi (60,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kebersihan pribadi (p-value = 0.008; OR = 2.33), sikap dengan kebersihan pribadi (p-value = 0.000; OR = 3.20), keyakinan dengan kebersihan pribadi (p-value = 0.037; OR = 1.95), dan dukungan orang tua dengan kebersihan pribadi (p-value = 0.009; OR = 2.56). Sikap merupakan faktor dominan dengan odds ratio tertinggi yaitu OR = 2.474. Seluruh hasil analisis menunjukkan bahwa variabel-variabel tersebut berkontribusi penting dalam membentuk perilaku kebersihan pribadi mahasiswa, dengan sikap menjadi faktor paling berpengaruh di asrama Green Dormitory Universitas. Universitas dan asrama diharapkan menjaga dan meningkatkan fasilitas serta edukasi kebersihan, memanfaatkan teknologi, dan memberikan penghargaan kepada penghuni yang konsisten bersih. Mahasiswa perlu membiasakan perilaku hidup bersih dan memanfaatkan fasilitas dengan baik, serta saling memberi contoh. Monitoring, sosialisasi rutin, dan komunikasi dengan orang tua perlu diperkuat untuk menciptakan budaya hidup bersih di lingkungan asrama.
Copyrights © 2026