Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS GAMBARAN KEPUASAN PASIEN PADA LIMA DIMENSI SERVQUAL DI PUSKESMAS BERNUNG KABUPATEN PESAWARAN Susan Hestina; Sudjarwo Sudjarwo; Samino Samino; M. Arifki Zainaro; Torry Duet Irianto
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.14042

Abstract

ABSTRACT Healthcare service quality is a key determinant of patient satisfaction. The gap between patients’ expectations and perceptions of healthcare services remains a challenge in primary healthcare facilities. This study aimed to analyze the relationship between the five dimensions of Service Quality (SERVQUAL)—tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy—and patient satisfaction at Bernung Community Health Center, Pesawaran Regency, and to identify the most dominant factor influencing patient satisfaction. This quantitative study employed a cross-sectional design involving 196 outpatients selected through accidental sampling. Data were collected using the SERVQUAL questionnaire and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. The results showed that most respondents rated the dimensions of tangibles, reliability, responsiveness, and assurance as good, whereas empathy was still perceived as inadequate. Overall, 65.8% of respondents reported dissatisfaction with the healthcare services received. All SERVQUAL dimensions were significantly associated with patient satisfaction (p<0.05), with the tangibles dimension identified as the most dominant factor affecting patient satisfaction (OR=5.111; 95% CI=2.309–11.317). The study concludes that improving healthcare service quality across all SERVQUAL dimensions, particularly the tangibles aspect, should become a priority to enhance patient satisfaction at Bernung Community Health Center, Pesawaran Regency. ABSTRAK Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan tingkat kepuasan pasien. Kesenjangan antara harapan dan persepsi pasien terhadap pelayanan yang diterima masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lima dimensi Service Quality (SERVQUAL), yaitu tangibles (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (empati), dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran serta mengidentifikasi dimensi yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 196 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SERVQUAL dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian baik pada dimensi bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, dan jaminan, sedangkan dimensi empati masih dinilai kurang baik. Secara keseluruhan, sebanyak 65,8% responden menyatakan tidak puas terhadap pelayanan yang diterima. Seluruh dimensi SERVQUAL terbukti memiliki hubungan yang bermakna dengan kepuasan pasien (p<0,05), dengan dimensi bukti fisik sebagai faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien (OR=5,111; 95%CI=2,309–11,317). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan pada seluruh dimensi SERVQUAL, terutama aspek bukti fisik, perlu menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien di Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, Keyakinan Dan Dukungan Orang Tua Terhadap Kebersihan Pribadi Mahasiswa Di Asrama Green Dormitory Universitas Malahayati Rezha Wahyu Nugraha; Samino Samino; Noviansyah Noviansyah; Sudjarwo Sudjarwo; Sutikno Sutikno
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.25200

Abstract

Kebersihan pribadi mahasiswa asrama sangat penting bagi kesehatan dan kenyamanan selama menempuh studi. Green Dormitory Universitas Malahayati menampung mahasiswa dari berbagai latar belakang yang beragam. Faktor pengetahuan, sikap, keyakinan, dan dukungan orang tua diduga berperan dalam perilaku kebersihan pribadi mahasiswa. Lingkungan yang bersih dan sehat di asrama dapat terwujud melalui perilaku hidup bersih para penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aspek-aspek tersebut dengan kebersihan pribadi mahasiswa di Green Dormitory Universitas Malahayati. Metode yang digunakan adalah studi analitik observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 209 responden yang dipilih secara random sampling sesuai kriteria inklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik ganda untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan.Hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar responden masuk kategori baik pada masing-masing variabel, yaitu pengetahuan (68,9%), sikap (62,2%), dukungan orang tua (78,5%), keyakinan (67,9%), dan perilaku kebersihan pribadi (60,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kebersihan pribadi (p-value = 0.008; OR = 2.33), sikap dengan kebersihan pribadi (p-value = 0.000; OR = 3.20), keyakinan dengan kebersihan pribadi (p-value = 0.037; OR = 1.95), dan dukungan orang tua dengan kebersihan pribadi (p-value = 0.009; OR = 2.56). Sikap merupakan faktor dominan dengan odds ratio tertinggi yaitu OR = 2.474. Seluruh hasil analisis menunjukkan bahwa variabel-variabel tersebut berkontribusi penting dalam membentuk perilaku kebersihan pribadi mahasiswa, dengan sikap menjadi faktor paling berpengaruh di asrama Green Dormitory Universitas. Universitas dan asrama diharapkan menjaga dan meningkatkan fasilitas serta edukasi kebersihan, memanfaatkan teknologi, dan memberikan penghargaan kepada penghuni yang konsisten bersih. Mahasiswa perlu membiasakan perilaku hidup bersih dan memanfaatkan fasilitas dengan baik, serta saling memberi contoh. Monitoring, sosialisasi rutin, dan komunikasi dengan orang tua perlu diperkuat untuk menciptakan budaya hidup bersih di lingkungan asrama.