Anemia menyerang lebih dari seperempat remaja Indonesia menjadikannya salah satu masalah gizi mikro paling tersembunyi di usia produktif. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kadar hemoglobin adalah kebiasaan konsumsi teh yang mengandung tanin, senyawa penghambat penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kebiasaan minum teh dan kadar hemoglobin sebagai indikator status besi pada remaja laki-laki. Desain penelitian ini observasional dengan pendekatan potong lintang pada 122 pelajar laki-laki SMA Negeri 1 Enok. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebiasaan minum teh dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan hemoglobinometer digital. Analisis korelasi Spearman Rank digunakan untuk menilai hubungan antara frekuensi serta durasi minum teh dengan kadar hemoglobin. Hasil menunjukkan frekuensi minum teh berhubungan negatif signifikan dengan kadar hemoglobin (r = –0,32; p = 0,021), sedangkan durasi konsumsi teh tidak menunjukkan hubungan bermakna (r = –0,14; p = 0,118). Rata-rata kadar hemoglobin responden adalah 13,9 ± 1,2 g/dL (rentang 11,5–16,3 g/dL). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin sering konsumsi teh, kadar hemoglobin cenderung menurun meskipun masih dalam batas normal. Edukasi gizi mengenai waktu dan frekuensi konsumsi teh yang tepat perlu diberikan untuk mencegah penurunan status zat besi pada remaja.
Copyrights © 2026