Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FORMULASI CLAY MASK STICK DARI MINYAK BIJI WORTEL (Daucus carota L.) SEBAGAI ANTI AGING Amraini Amelia; Jumarni; Chindiana Khutami; Helman Kurniadi
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia (JPFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51887/jpfi.v15i1.2228

Abstract

Masalah penuaan dini akibat paparan sinar UV dan radikal bebas mendorong pengembangan produk perawatan kulit yang efektif dan aman dari bahan alami. Salah satunya adalah minyak biji wortel (Daucus carota L.) yang kaya vitamin A, E, beta-karoten, serta asam lemak esensial yang bermanfaat sebagai antioksidan, menjaga kelembapan, elastisitas, dan kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan Clay Mask Stick berbahan dasar minyak biji wortel dan mengevaluasi sifat fisik, stabilitas, iritasi, serta efektivitasnya sebagai anti-aging. Metode penelitian meliputi pembuatan empat formula (F0-F3) dengan variasi konsentrasi minyak biji wortel (0%, 3%, 6%, 9%). Evaluasi dilakukan melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, waktu kering, daya potong, uji stabilitas (cycling test), uji iritasi, serta uji efektivitas peningkatan kelembapan, kadar minyak, dan kelembutan kulit menggunakan skin analyzer pada sukarelawan. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula stabil secara fisik, memiliki pH sesuai rentang aman (4,5–6,5), homogen, tidak menimbulkan iritasi, dan memiliki waktu kering serta daya sebar yang sesuai. Formula dengan konsentrasi 6% minyak biji wortel (F2) menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan kelembapan, kadar minyak alami, dan kelembutan kulit secara signifikan. Dengan demikian, Clay Mask Stick minyak biji wortel berpotensi dikembangkan sebagai produk anti-aging praktis dan aman, mendukung pemanfaatan komoditas lokal dalam industri kosmetik
PERSEPSI DAN PEMAHAMAN PENGUNJUNG TERHADAP ANTIBIOTIK DI APOTEK MASKINA FARMA KEDEMANGAN TAHUN 2026 Dira Safitri; Helman Kurniadi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3826

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan di masyarakat dan berpotensi menyebabkan resistensi bakteri. Kondisi ini dipengaruhi oleh persepsi dan pemahaman masyarakat yang belum optimal terkait penggunaan antibiotik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan tingkat pemahaman pengunjung terhadap antibiotik di Apotek Maskina Farma Kedemangan tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 285 responden yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap penggunaan antibiotik sebagian besar berada pada kategori netral. Tingkat pemahaman responden berada pada kategori kurang hingga cukup. Responden dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik dibandingkan dengan responden dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan masih adanya kesenjangan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik di masyarakat. Persepsi dan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan antibiotik masih belum optimal sehingga diperlukan upaya edukasi untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang rasional.
EVALUASI KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS KUMUN KOTA SUNGAI PENUH TAHUN 2025 Neta Sri Novita; Helman Kurniadi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3827

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan. Evaluasi kepuasan pasien diperlukan untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan serta sebagai dasar perbaikan layanan di Puskesmas Kumun Kota Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 259 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Instrumen menggunakan metode SERVQUAL yang meliputi lima dimensi pelayanan. Analisis data dilakukan secara univariat dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan sangat tinggi pada dimensi ketanggapan (90,2%) dan kehandalan (87,5%). Dimensi jaminan berada pada kategori puas (65,2%). Sementara itu, dimensi empati (45%) dan bukti fisik (46%) termasuk kategori kurang puas. Hal ini menunjukkan masih terdapat aspek pelayanan yang perlu ditingkatkan. Pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kumun secara umum telah memuaskan pasien, namun perlu peningkatan pada aspek empati dan bukti fisik untuk meningkatkan mutu pelayanan secara menyeluruh.
Pengaruh Kebiasaan Minum Teh terhadap Kadar Hemoglobin sebagai Indikator Status Besi pada Remaja Laki-laki Fitria Heldiana; Helman Kurniadi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.23312

Abstract

Anemia menyerang lebih dari seperempat remaja Indonesia menjadikannya salah satu masalah gizi mikro paling tersembunyi di usia produktif. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kadar hemoglobin adalah kebiasaan konsumsi teh yang mengandung tanin, senyawa penghambat penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kebiasaan minum teh dan kadar hemoglobin sebagai indikator status besi pada remaja laki-laki. Desain penelitian ini observasional dengan pendekatan potong lintang pada 122 pelajar laki-laki SMA Negeri 1 Enok. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebiasaan minum teh dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan hemoglobinometer digital. Analisis korelasi Spearman Rank digunakan untuk menilai hubungan antara frekuensi serta durasi minum teh dengan kadar hemoglobin. Hasil menunjukkan frekuensi minum teh berhubungan negatif signifikan dengan kadar hemoglobin (r = –0,32; p = 0,021), sedangkan durasi konsumsi teh tidak menunjukkan hubungan bermakna (r = –0,14; p = 0,118). Rata-rata kadar hemoglobin responden adalah 13,9 ± 1,2 g/dL (rentang 11,5–16,3 g/dL). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin sering konsumsi teh, kadar hemoglobin cenderung menurun meskipun masih dalam batas normal. Edukasi gizi mengenai waktu dan frekuensi konsumsi teh yang tepat perlu diberikan untuk mencegah penurunan status zat besi pada remaja.
Implementasi Program Penanggulangan Stunting di Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci Helman Kurniadi; Faradina Aghadiati; Oril Ardianto
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2921

Abstract

Stunting adalah masalah gizi akibat kekurangan asupan jangka panjang, terutama dari masa kehamilan hingga anak berusia 24 bulan. Penelitian ini menganalisis implementasi program penanggulangan stunting di Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan studi kasus. Sampel penelitian dipilih secara purposive sampling, melibatkan petugas kesehatan dan masyarakat yang terkait langsung dengan program ini. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk memastikan validitas. Hasil menunjukkan bahwa koordinasi antarinstansi dalam penanggulangan stunting berjalan efektif dengan dukungan komitmen yang kuat. Terdapat 724 kasus stunting pada anak usia 0-59 bulan, atau sekitar 4,24%, dengan prevalensi tertinggi di Kecamatan Kuliling Danau mencapai 11,80%. Inovasi dalam program penanggulangan stunting telah diterapkan dan mendapatkan respon positif dari masyarakat, meski partisipasi masih perlu ditingkatkan. Implementasi program telah optimal, namun terdapat beberapa tantangan, seperti rendahnya pengetahuan dan kondisi ekonomi kelompok sasaran, keterbatasan anggaran, serta kurangnya publikasi dan konvergensi lintas sektor.