Prevalensi hipertensi pada calon jemaah haji di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2024 tercatat 27,83%. Jalan kaki merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif menurunkan tekanan darah bila dilakukan teratur. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh durasi dan frekuensi jalan kaki terhadap perubahan tekanan darah pada calon jemaah haji dengan hipertensi. Penelitian menggunakan desain quasy experiment four group pretest–posttest dengan sampel 80 responden, dibagi menjadi empat kelompok (intervensi durasi, intervensi frekuensi, kontrol durasi, kontrol frekuensi). Data dikumpulkan dengan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji t dependent serta post hoc. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah signifikan pada kelompok intervensi durasi (sistolik 158,90 → 147,00 mmHg; diastolik 89,50 → 80,75 mmHg) dan kelompok intervensi frekuensi (sistolik 153,80 → 143,75 mmHg; diastolik 88,50 → 82,25 mmHg). Kelompok kontrol menunjukkan perubahan minimal. Analisis post hoc menegaskan bahwa jalan kaki 30 menit lebih efektif menurunkan tekanan darah dibanding frekuensi. Disarankan calon jemaah haji rutin berjalan kaki dengan durasi teratur sebagai upaya pencegahan hipertensi
Copyrights © 2026