Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Konsumsi Natrium, Aktivitas Fisik, Dan Konsumsi Buah Terhadap Tekanan Darah Dengan Obesitas Sebagai Variabel Mediasi Pada Calon Jamaah Haji Triyono Triyono; Lolita Sary; Khoidar Amirus
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.22567

Abstract

Hipertensi secara klinis didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau diastolik ≥90 mmHg. Dalam pemodelan statistik, Mean Arterial Pressure (MAP) digunakan sebagai variabel dependen kontinu untuk menggambarkan tekanan perfusi kardiovaskular secara keseluruhan. Faktor risiko utama hipertensi meliputi obesitas, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi garam berlebih, dan asupan kalium yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko langsung dan tidak langsung terhadap hipertensi pada jamaah haji Kabupaten Lampung Tengah tahun 2025, dengan fokus pada peran obesitas sebagai variabel mediator. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Dari populasi 179 jamaah penderita hipertensi, terpilih 118 responden sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan pada bulan April dan Mei 2025 melalui kuesioner serta pengukuran klinis, lalu dianalisis menggunakan metode univariat, bivariat, dan analisis jalur (path analysis). Kelayakan model analisis jalur diuji menggunakan indikator Goodness-of-Fit (GoF) (seperti Chi-Square, RMSEA, dan CFI) untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata frekuensi jalan kaki jamaah adalah 4,08 kali/minggu, konsumsi natrium sebesar 3,13 sendok teh/hari, konsumsi buah pir 174,58 gram/hari, Indeks Massa Tubuh (IMT) sebesar 26,21 kg/m², dan rata-rata MAP sebesar 78,26 mmHg (menunjukkan kondisi hemodinamik yang terkontrol pada kelompok sampel). Konsumsi natrium berhubungan signifikan dengan obesitas (p=0.035; ρ=-0.194)dan tekanan darah tinggi (p=0.000; ρ=0.406). Sebaliknya, aktivitas fisik dan konsumsi buah tidak memiliki hubungan signifikan dengan obesitas maupun MAP. Analisis jalur menunjukkan adanya hubungan langsung antara konsumsi natrium dan tekanan darah, serta membuktikan bahwa obesitas tidak berperan sebagai mediator. Disarankan bagi jamaah untuk membatasi konsumsi garam maksimal 5 gram/hari dan bagi ahli gizi untuk membantu menyediakan serta mendistribusikan makanan rendah garam selama ibadah haji.
Pengaruh Antara Durasi Dan Frekuensi Jalan Kaki Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Calon Jamaah Haji Dengan Hipertensi Di Kabupaten Lampung Tengah Virgin Novela; Lolita Sary; Khoidar Amirus
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.22562

Abstract

Prevalensi hipertensi pada calon jemaah haji di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2024 tercatat 27,83%. Jalan kaki merupakan intervensi non-farmakologis yang efektif menurunkan tekanan darah bila dilakukan teratur. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh durasi dan frekuensi jalan kaki terhadap perubahan tekanan darah pada calon jemaah haji dengan hipertensi. Penelitian menggunakan desain quasy experiment four group pretest–posttest dengan sampel 80 responden, dibagi menjadi empat kelompok (intervensi durasi, intervensi frekuensi, kontrol durasi, kontrol frekuensi). Data dikumpulkan dengan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji t dependent serta post hoc. Hasil menunjukkan penurunan tekanan darah signifikan pada kelompok intervensi durasi (sistolik 158,90 → 147,00 mmHg; diastolik 89,50 → 80,75 mmHg) dan kelompok intervensi frekuensi (sistolik 153,80 → 143,75 mmHg; diastolik 88,50 → 82,25 mmHg). Kelompok kontrol menunjukkan perubahan minimal. Analisis post hoc menegaskan bahwa jalan kaki 30 menit lebih efektif menurunkan tekanan darah dibanding frekuensi. Disarankan calon jemaah haji rutin berjalan kaki dengan durasi teratur sebagai upaya pencegahan hipertensi