Tindak pidana penganiayaan terhadap anak memerlukan metode pembuktian yang tepat untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antara tindakan pelaku dan hasil berupa luka atau kematian. Penelitian ini menganalisis kedudukan serta fungsi Visum et Repertum (VeR) sebagai alat bukti sah dalam mengungkap tindak pidana penganiayaan anak, dengan studi fokus pada kasus penganiayaan Nizam di Sukabumi. Melalui metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus dan perundang-undangan, penelitian ini menelaah bagaimana temuan medikolegal dikorelasikan dengan unsur-unsur delik pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Visum et Repertum (VeR) bertindak sebagai alat bukti surat sekaligus keterangan ahli yang menjadikan bukti fisik (corpus delicti) yang rentan untuk berubah. Dalam kasus Nizam Sukabumi, analisis terhadap rekam medis forensik pada Visum et Repertum (VeR) khususnya mengenai variasi tingkat penyembuhan luka serta trauma pada organ dalam, menjadi alat yang sangat penting untuk membuktikan adanya pola kekerasan yang berulang (syndrome penganiyaan anak), mematahkan alibi kecelakaan dari pelaku, serta memastikan keterkaitan antara tindakan fisik dan kematian korban. Eksistensi Visum et Repertum (VeR) memberikan dasar yang objektif bagi hakim dalam membangun keyakinan (pembuktian negatif) guna memberikan sanksi pidana yang adil.
Copyrights © 2026