Perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin pesat menuntut dunia pendidikan untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik serta tetap berakar pada nilai budaya masyarakat. Kearifan lokal sebagai bagian dari identitas suatu daerah memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai sumber belajar yang mampu memperkuat pemahaman peserta didik terhadap lingkungan dan budaya di sekitarnya. Namun, keterbatasan kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar yang mengintegrasikan unsur budaya lokal masih menjadi salah satu tantangan dalam menciptakan pembelajaran yang kontekstual. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun dan mengembangkan bahan ajar berbasis kearifan lokal di SD Negeri 125138 Pematangsiantar. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar dengan tujuan memberikan pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman praktis kepada guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan bahan ajar yang kreatif dan inovatif. Aplikasi Canva digunakan sebagai media pendukung dalam proses pengembangan bahan ajar karena memiliki fitur yang mudah digunakan dan mampu menghasilkan desain pembelajaran yang menarik. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan mencakup kegiatan identifikasi kebutuhan, pemberian materi, demonstrasi penggunaan aplikasi Canva, praktik penyusunan bahan ajar, pendampingan, evaluasi hasil karya, serta refleksi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam bahan ajar pembelajaran. Guru mampu merancang bahan ajar yang lebih kontekstual, menarik, dan sesuai dengan karakteristik lingkungan peserta didik. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung profesionalisme guru serta meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar. Dengan demikian, pelatihan pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat pembelajaran bermakna di sekolah dasar.
Copyrights © 2026