Kehamilan merupakan periode penting yang ditandai dengan berbagai perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial yang memerlukan dukungan optimal dari keluarga, terutama suami. Keterlibatan suami tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga memberikan dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan yang berkontribusi terhadap kesehatan ibu dan janin. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif suami mampu meningkatkan kepatuhan antenatal care (ANC), memperbaiki kesehatan mental ibu, meningkatkan kesiapan persalinan, serta menurunkan risiko komplikasi kehamilan. Namun, implementasi keterlibatan suami masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya pengetahuan, budaya patriarki, dan belum optimalnya pelayanan kesehatan yang melibatkan pasangan. Tujuan Literature review ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah terkini mengenai peran suami dalam mendukung kehamilan sehat, meliputi bentuk dukungan yang diberikan, faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan suami, serta dampaknya terhadap kesehatan ibu dan janin. Metode Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, ProQuest, Google Scholar, dan Garuda. Artikel yang dipublikasikan pada periode 2021–2025, tersedia dalam bentuk full text, dan memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara sistematis menggunakan pendekatan narrative synthesis. Hasil Sintesis literatur menunjukkan bahwa keterlibatan suami memiliki hubungan yang konsisten dengan peningkatan kepatuhan kunjungan ANC, pemenuhan kebutuhan gizi ibu, kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah, penurunan kecemasan dan depresi selama kehamilan, peningkatan kesiapan persalinan, serta pengambilan keputusan yang lebih cepat ketika terjadi komplikasi obstetri. Dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan merupakan bentuk dukungan yang paling berpengaruh terhadap terciptanya kehamilan sehat. Meskipun demikian, keterlibatan suami masih dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pengetahuan kesehatan reproduksi, kondisi sosial ekonomi, budaya patriarki, tuntutan pekerjaan, serta kebijakan pelayanan kesehatan yang belum sepenuhnya menerapkan pendekatan family-centered maternity care.
Copyrights © 2026