Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REVIEW: EFEKTIFITAS TANAMAN HERBAL PADA AKTIVITAS ANTIBAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Adinda Puspitasari; Sasmita Sasmita; Siti Alo Pasaribu
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 4 (2025): Vol. 1 No. 4 Desember 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i4.57

Abstract

Peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotik mendorong upaya pengembangan alternatif obat antibakteri, salah satunya melalui pemanfaatan bahan alami, tujuan penelitian mengetahui efektivitas tanaman herbal terhadap antibakteri Staphylococcus aureus, metode Systematic Literature Review (SLR), pengumpulan literatur nasional maupun internasional refrensi berupa artikel, dan buku laporan ilmiah menggunakan Google scholar dan ScienceDirec dengan kata kunci “tanaman herbal; Staphylococcus aureus; aktivitas antibakteri”. Analisis data secara deskriptif kualitatif yaitu mengumpulkan Kesimpulan tanaman herbal yang memiliki senyawa aktif yang dominan seperti fenolik, flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, triterpenoid, dan steroid berpotensi memberikan efek aktivitas antibakteri yang baik, terdapat beberapa tanaman herbal yang efektif aktivitas antibakteri yaitu daun cengkeh, daun papaya, bunga telang, daun sirih, kulit jeruk nipis, bundung, tanaman cina, daun saga,daun sungkai.
Nutrition Education Counseling for Breastfeeding Mothers and Healthy Toddlers is provided at the Bayangkari PC Health Center in South Tapanuli Siti Alo Pasaribu; Mutia Sari Lubis; Hoirunnisa Tanjung; Tina Marito Harahap; Srianty Siregar; Izmi Fadhilah Nasution
Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/aktual.v4i2.610

Abstract

Background: Proper nutrition during breastfeeding and early childhood is crucial for maintaining the mother's health, producing high-quality breast milk, and supporting the child's growth and development. In many areas, especially in Indonesia, many mothers and parents lack knowledge of how to prepare balanced meals. This lack of knowledge leads to nutritional problems, such as stunting, which is incredibly common.Objectives: This community service activity aimed to help breastfeeding mothers and parents of toddlers learn more about balanced nutrition through an educational program integrated with posyandu activities at the Bayangkari PC Posyandu in South Tapanuli Regency. The program covered topics such as the basics of balanced nutrition, nutritional needs during breastfeeding, the importance of exclusive breastfeeding, proper methods for introducing solid foods, and the use of locally available, nutritious foods.Methods: Activities were conducted using a participatory approach in which participants actively engaged through one-on-one conversations, group chats, planning healthy meals together, and pre- and post-session tests to assess learning.Results: The evaluation found that participants gained substantial knowledge from participating in educational activities. They learned more about selecting healthy, balanced foods, the benefits of exclusive breastfeeding, and the right ways to feed young children. They also became more confident in using good nutrition practices at home.Conclusion: Nutrition education delivered through integrated health service centers is effective in promoting healthy eating and preventing poor nutrition. It helps increase awareness about healthy eating among mothers and their families. This approach can also help make long-lasting improvements in children's eating habits and overall health.  
PERAN SUAMI DALAM MENDUKUNG KEHAMILAN SEHAT: LITERATURE REVIEW Siti Alo Pasaribu; Lumongga Sari Harahap; Riska Purnamasari; Eka Agustina; Ayu Lestari Has; Indah Triana
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 2 No 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Juni 2026
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v2i2.105

Abstract

Kehamilan merupakan periode penting yang ditandai dengan berbagai perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial yang memerlukan dukungan optimal dari keluarga, terutama suami. Keterlibatan suami tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga memberikan dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan yang berkontribusi terhadap kesehatan ibu dan janin. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif suami mampu meningkatkan kepatuhan antenatal care (ANC), memperbaiki kesehatan mental ibu, meningkatkan kesiapan persalinan, serta menurunkan risiko komplikasi kehamilan. Namun, implementasi keterlibatan suami masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya pengetahuan, budaya patriarki, dan belum optimalnya pelayanan kesehatan yang melibatkan pasangan. Tujuan Literature review ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis bukti ilmiah terkini mengenai peran suami dalam mendukung kehamilan sehat, meliputi bentuk dukungan yang diberikan, faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan suami, serta dampaknya terhadap kesehatan ibu dan janin. Metode Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, Wiley Online Library, ProQuest, Google Scholar, dan Garuda. Artikel yang dipublikasikan pada periode 2021–2025, tersedia dalam bentuk full text, dan memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara sistematis menggunakan pendekatan narrative synthesis. Hasil Sintesis literatur menunjukkan bahwa keterlibatan suami memiliki hubungan yang konsisten dengan peningkatan kepatuhan kunjungan ANC, pemenuhan kebutuhan gizi ibu, kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah, penurunan kecemasan dan depresi selama kehamilan, peningkatan kesiapan persalinan, serta pengambilan keputusan yang lebih cepat ketika terjadi komplikasi obstetri. Dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan merupakan bentuk dukungan yang paling berpengaruh terhadap terciptanya kehamilan sehat. Meskipun demikian, keterlibatan suami masih dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pengetahuan kesehatan reproduksi, kondisi sosial ekonomi, budaya patriarki, tuntutan pekerjaan, serta kebijakan pelayanan kesehatan yang belum sepenuhnya menerapkan pendekatan family-centered maternity care.