Latar Belakang: Selulitis orbital dapat menyerupai glaukoma sudut tertutup akut, terutama pada imunokompromais pasien sehingga menyulitkan diagnosis. Tujuan: Melaporkan kasus selulitis orbital dengan manifestasi yang menyerupai glaukoma akut serta menekankan pentingnya evaluasi klinis secara komprehensif. Metode: Laporan kasus deskriptif ini menggunakan data yang diperoleh dari rekam medis, anamnesis, pemeriksaan oftalmologi, pemeriksaan laboratorium, serta observasi klinis selama perawatan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan klinis, evaluasi diagnosis banding, dan pendekatan multidisiplin, kemudian dilakukan pemantauan serial terhadap respon terapi antibiotik. Hasil: Perempuan 60 tahun dengan diabetes melitus dan penyakit ginjal kronis menjalani hemodialisis datang dengan mata merah, nyeri, penurunan tajam penglihatan, edema palpebra, kemosis, edema kornea, dan peningkatan tekanan intraokular. Diagnosis banding meliputi selulitis orbital dan glaukoma sudut tertutup akut. Terapi multidisiplin memberikan perbaikan klinis meskipun terjadi komplikasi berupa pencairan kornea. Kesimpulan: Tumpang overlap memanifestasikan klinis memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama pada imunokompromais pasien, untuk mencegah keterlambatan diagnosis dan penatalaksanaan.
Copyrights © 2026