cover
Contact Name
Shinta Puspasari
Contact Email
shinta@uigm.ac.id
Phone
+6281541477256
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development
ISSN : -     EISSN : 3090272X     DOI : https://doi.org/10.36982/igjmrd.v1i2
Core Subject : Health,
The Indonesian Global Journal of Medical Research and Development (IGJMRD) is a peer-reviewed, open-access journal dedicated to advancing knowledge and fostering collaboration across disciplines. Our scope includes general medicine, public health, and the integration of innovation and technology into healthcare. IGJMRD provides a platform for researchers, practitioners, and innovators to share original research, reviews, and practical applications that address the complex challenges of modern healthcare. We aim to bridge the gap between traditional medical practice and emerging technological solutions, emphasizing interdisciplinary approaches and community impact.
Articles 10 Documents
ANALISIS FAKTOR EKONOMI RUMAH TANGGA TERHADAP RESIKO STUNTING PADA ANAK BATITA Salma Fithran Sani; Aprilia Ratna Widyaninggar
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v1i1.6621

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting pada balita usia 12—36 bulan di Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan lima responden utama yang merupakan orang tua balita, serta pengukuran antropometri menggunakan Microtoise dan Baby Scale untuk memperoleh data objektif tinggi dan berat badan anak. Data sekunder dikumpulkan dari catatan posyandu dan laporan desa terkait status gizi balita. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: Menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi, tingkat pendidikan ibu, dan pola konsumsi keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap status gizi balita. Keluarga dengan pendapatan tidak tetap cenderung mengalami kesulitan dalam menyediakan makanan bergizi secara konsisten, sedangkan tingkat pendidikan ibu yang rendah berkaitan dengan kurangnya pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang. Kebiasaan mengonsumsi makanan instan serta rendahnya partisipasi keluarga dalam kegiatan posyandu juga ditemukan sebagai faktor yang memperburuk risiko stunting. Beberapa keluarga mengandalkan makanan cepat saji karena alasan praktis, yang berdampak pada rendahnya asupan gizi harian anak. Sementara itu, keluarga dengan kebiasaan memasak makanan bergizi di rumah menunjukkan hasil pengukuran antropometri yang lebih baik. Kesimpulan:Temuan ini menegaskan bahwa intervensi pencegahan stunting perlu mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat, serta mengedepankan program edukasi gizi yang berkelanjutan, pendampingan pola asuh, dan peningkatan kesadaran orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mendukung pertumbuhan optimal balita.
THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS, NUTRITIONAL STATUS, AND SLEEP QUALITY WITH THE MENSTRUAL CYCLE Shandrya Malaciano; Muhamad Taswin; Sari Wahyuni; Ratnaningsih Dewi Astuti; Rosyati Pastuty
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v1i1.6622

Abstract

Background: Menstruation is a natural process of sexual maturity that begins during puberty, with a normal cycle ranging from 21 to 35 days. However, menstrual disorders such as polymenorrhea, oligomenorrhea and amenorrhea can occur, and if untreated, may lead to serious long-term health issues including infertility, cervical cancer, and breast cancer. This study aimed to analyze the relationship between stress levels, nutritional status, and sleep quality with menstrual cycle disorders. Method: The research applied an analytical survey with a cross-sectional design, involving 95 respondents selected using a total sampling method. Data collection was conducted using several instruments, including a menstrual cycle disorder questionnaire, Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42), Body Mass Index (BMI) questionnaire, and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed using the Chi-Square test in SPSS version 26.Results: The results showed that 62 respondents (65.3%) experienced abnormal menstrual cycles, while 33 (34.7%) had normal cycles. Stress levels were significantly associated with menstrual disorders (p = 0.001 ≤ 0.05). Furthermore, 54 respondents (56.8%) had abnormal nutritional status (BMI < 18.5 or BMI ≥ 25), with a significant relationship to menstrual disorders (p = 0.006 ≤ 0.05).Similarly, 53 respondents (55.8%) reported poor sleep quality (PSQI < 5), which also showed a significant association (p = 0.010 ≤ 0.05). Conclusion: his study found a significant relationship between stress levels, nutritional status, and sleep quality with menstrual cycle disorders among midwifery students.
FORMULATION OF A PEEL-OFF GEL MASK WITH ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) PETAL EXTRACT AND HONEY Edy Sapada; Jamiludin; Khairul Rizal; Sarmudianta
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v1i1.6623

Abstract

Latar Belakang: Masker gel peel off merupakan masker dengan bahan yang bersifat jelly biasanya terbuat dari gum tragakan dan latex sehingga memiliki karakteristik transparan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak kelopak bunga rosella kombinasi madu dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan masker gel peel off dan untuk mengetahui konsentrasi mana yang paling disukai responden. Metode: Jenis penelitian eksperimental. Pada penelitian ini dibuat formulasi sediaan masker gel peel-off dengan konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosella (1%, 2% 3%) dan madu (0,5%, 1%, 1,5%). Hasil: Pada penelitian ini diperoleh hasil pada uji organoleptis tidak ada perubahan warna, tekstur, dan bau. Uji homogenitas keempat sediaan menunjukkan susunan yang homogen. Uji pH keempat sediaan sudah sesuai dengan ph kulit yaitu 4,5-8,00. Uji daya sebar keempat sediaan memenuhi syarat daya sebar yaitu 3-5 cm. Uji waktu kering keempat sediaan masker menunjukkan waktumengering yang baik yaitu 15-30 menit. Uji kesukaan yang paling banyak disukai yaitu sediaan konsentrasi 1%. Uji daya lekat keempat sediaan memenuhi kriteria daya lekat. Uji viskositas keempat sediaan memenuhi syarat viskositas. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah ekstrak kelopak bunga rosella kombinasi madu dapat diformulasikan kedalam masker gel peel-off dan sediaan konsentrasi 1% yang paling banyak disukai responden.
ACTIVITY TEST OF PURPLE EGGPLANT (Solanum Melongena L.) ETHANOL EXTRACT ON WHITE MALE MICE Inja Khumairoh Fathonah; Edy Sapada; Wita Asmalinda; Nuke Febriana
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v1i1.6642

Abstract

Latar Belakang: Diabetes merupakan penyakit kronis yang serius dan terjadi baik saat pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur glukosadarah) maupun jika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuinya pengaruh ekstrak kulit terong ungu (Solanum melongena L.) terhadap penurunan kadar gula darah pada mencit (Mus musculus) putih jantan dan untuk mengetahui dosis ekstrak etanol kulit terong ungu yang mempunyai aktivitas dalam penurunan kadar gula darah pada mencit. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yang digunakan pada ekstraksi yaitu perkolasi. Hewan uji yang di induksi menggunakan aloksan dengan dosis 3,36 mg. Dengan kelompok perlakuan Kontrol negatif CMC Na 0,5%, Kontrol positif glibenklamid 0,013mg/20g, Dosis 0,2mg/20gBB, Dosis 0,4mg/20gBB, Dosis 0,6mg/20gBB, Dosis 0,8mg/20gBB. Hasil: Data penurunan kadar glukosa darah paling sedikit yaitu pada kelompok perlakuan negatif (CMC Na 0,5%) yaitu 3 % dengan rata-rata 257 mg/dL diantara kelompok perlakuan lainnya, sedangkan penurunan kadar glukosa paling banyak pada kelompok ekstrak etanol kulit terong dengan dosis 0,2mg/20gBB yaitu 51% dengan rata-rata125 mg/dL. Untuk kontrol positif suspensiglibenkilamid 58% rata-rata penurunan glukosa darah 105 mg/dL.Kesimpulan: Disimpulkan bahwa ekstrak kulit terong unggu berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa pada mencit model diabetes
MENTAL HEALTH CONDITIONS OF ADOLESCENTS Yunita Theresiana; Neni Triana; Unita Magdalena
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v1i1.6643

Abstract

Latar Belakang: Remaja perlu memiliki kesehatan mental dan emosional yang stabil, serta kemampuan dalam mengambil keputusan yang bijak dan bertanggung jawab atas tindakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan mental remaja di daerah X, Kota Palembang, termasuk karakteristik remaja yang mengalami gangguan mental di wilayah tersebut. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan potong lintang (cross sectional study), di mana pengukuran atau observasi terhadap subjek dilakukan pada satu waktu tertentu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2025 di daerah X, Palembang. Hasil Penelitian: Hasil skrining menemukan 5,7 persen responden mengalami gangguan Kesehatan mental, sedangkan 94,3 persen lainnya tidak mengalami gangguan Kesehatan mental. karakteristik remaja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konsisi kesehatan mental remaja (p>0,5). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa faktor karakteristik tidak berpengaruh terhadap kesehatan mentalremaja.
THE RELATIONSHIP BETWEEN AGE AND WORKING LENGTH WITH VITAL LUNG CAPACITY IN EMPLOYEES Aisyah Khairani; Raden Ayu Tanzila; Ernes Putra Gunawan
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v1i2.6644

Abstract

Latar Belakang: Kapasitas vital paru adalah jumlah udara maksimal yang dapat dikeluarkan dari paru setelah inspirasi maksimal. Kapasitas vital paru mencerminkan perubahan volume maksimal paru yang berguna untuk memastikan gambaran kapasitas fungsional paru. Fungsi paru dipengaruhi oleh usia,jenis kelamin, indeks massa tubuh, perilaku merokok, penggunaan alat pelindung pernapasan, lama kerja,dan lingkungan kerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan lama kerja dengan kapasitas vital paru pada karyawan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 78 orang karyawan yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel penelitian ini diambil dengan cara consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran kapasitas vital dengan spirometer. Teknik analisis dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Pada penelitian menunjukkan bahwa responden yang masuk ke dalam kelompok dewasa akhir dan lansia yang memiliki nilai kapasitas vital paru yang tidak normal sebanyak 82,4% dan memiliki peluang 8,889 kali untuk memiliki nilai kapasitas vital paru yang tidak normal. Terdapat hubungan antara usia dengan kapasitas vital paru (p=0,001; OR= 8,889). Responden yang masuk ke dalam kelompok lama kerja lama dengan nilai kapasitas vital paru tidak normal sebanyak 62,5% dan berpeluang 3,444 kali memiliki nilai kapasitas vital paru yang tidak normal. Terdapat hubungan antara lama kerja dengankapasitas vital paru (p=0,009; OR= 3,444). Kesimpulan: Ada hubungan antara usia dan lama kerja dengan kapasitas vital paru pada karyawan PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang.
THE SHARK FIN PATTERN AS A PREDICTOR OF SUDDEN CARDIAC DEATH IN ISCHEMIC AND NON-ISCHEMIC PATIENTS Moza Guyanto; Fredy Tandri; Alexander Edo Tondas
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v1i2.6645

Abstract

Background: The “shark fin” pattern, also known as a triangular QRS–ST–T waveform, is a distinctive electrocardiographic (ECG) manifestation of ST-segment elevation myocardial infarction (STEMI). It is characterized by a triangular morphology resulting from the fusion of the QRS complex, ST segment, and T wave.Case Illustration: We present a case series of three patients exhibiting the “shark fin” ECG pattern. Two patients were adults with a history of ischemic heart disease, while one was a 19-year-old male with no significant past medical history. One adult patient was treated with thrombolytic therapy, and the other underwent percutaneous coronary intervention. One of the adult patients and the young patient developed malignant arrhythmias and subsequently experienced sudden cardiac death.Conclusion: The “shark fin” ECG pattern is associated with a poor in-hospital prognosis, including an increased risk of ventricular fibrillation (VF) and sudden cardiac death (SCD) in both ischemic and non-ischemic patients. When this pattern is identified, prompt and aggressive management is essential to improve patient survival.
FORMULATION AND PHYSICAL CHARACTERISTICS TESTING OF ROBUSTA COFFEE BEAN POWDER CLAY MASK (Coffea robusta) WITH KAOLIN AND BENTONITE BASE Edy Sapada; Bella Pradiya Dwi Tiara; Alinda Tania; Wita Asmalinda
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v1i2.6646

Abstract

Latar Belakang: Pemakaian masker yang tidak tepat berdampak pada kesehatan kulit. Clay mask merupakan masker tanah liat karena menggunakan bahan seperti bentonit dan kaolin, clay mask juga mempunyai fungsi yang banyak bagi kulit yaitu seperti menyerap minyak pada kulit juga membantu mengatasi jerawat dan komedo, mampu menghidrasi kulit dengan baik dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dengan varisi konsentrasi kaolin dan bentonit yang menghasilkan clay mask serbuk biji kopi robusta (Coffea robusta) dengan karakteristik yang baikMetode: Design penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium. Sediaan masker clay mask serbuk biji kopi robusta dibuat dengan menambahkan konsentrasi bentonit dan kaolin pada F1 10:35%, F2 20:25%, F3 25:20%, dan F4 35:10%. Uji karakteristik yang dilakukan yaitu organoleptis untuk mengetahui (warna, bau, tekstur), uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, uji waktu keringHasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa F1, F2, F3 dan F4 , organoleptis mempunyai warna abu-abu, mempunyai bau yang khas kopi serta mempunyai tekstur semi padat, homogenitas tidak adanya butiran kasar atau warna merata, nilai pH bekisar 5,1-5,3 memiliki pH yang sesuai, daya lekat, daya sebar, waktu kering yang sesuai dengan persyaratan masker clay mask..Kesimpulan: Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa Sediaan clay mask serbuk biji kopi robusta (Coffea robusta) memiliki sifat fisik yang baik, karena memenuhi syarat uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji waktu kering yang baik. Disarankan untuk peneliti selanjutnya diharapkan melakukan uji antioksidan, uji kelembaban, dan uji antibakteri pada sediaan clay mask serbuk biji kopi robusta (Coffea robusta) yang ingin dibuat.
HYPNOBREASTFEEDING OPTIMIZES BREAST MILK FLOW IN POSTPARTUM MOTHERS Ika Pebriyanti; Rina Nursanti; Umi Daimah; Dian Lestari
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v1i2.6647

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi bagi bayi, makanan terlengkap untuk bayi, dengan proporsi yang seimbang dan cukup kuantitas semua zat gizi. ASI Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. WHO dan UNICEF merekomendasikan untuk memulai dan mencapai ASI eksklusif yaitu dengan menyusui dalam satu jam setelah kelahiran melalui IMD. Salah satu masalah yang sering terjadi pada ibu postparum ialah pengeluaran ASI yang kurang lancar. Hypnobreastfeeding adalah teknik relaksasi yang dikombinasikan dengan sugesti positif untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, mengurangi kecemasan, serta melancarkan refleks oksitosin. Penerapan Hypnobreastfeeding mampu meningkatkan produksi ASI secara optimal untuk memenuhi kebutuhan bayi dan mendukung keberhasilan masa menyusui. Tujuan: Mengetahui efektivitas Hypnobreastfeeding dalam meningkatkan kelancaran pengeluaran ASI eksklusif pada ibu postpartumMetode: Metode yang digunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus pada pasien ibu postpartum dan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Hasil: Setelah dilakukan sesi hypnobreastfeeding, ibu merasakan kondisi lebih tenang, percaya diri, dan nyaman. Produksi pengeluaran ASI mulai meningkat dan payudara terasa penuh sebelum menyusui.Kesimpulan: Hypnobreasfeeding menigkatkan kepercayaan diri ibu, mkelancaram ASI eksklusif pada ibu postpartum
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND BEHAVIOR WITH THE INCIDENCE OF SCABIES Yunita Theresiana; Neni Triana
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v1i2.6648

Abstract

Latar Belakang: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi skabies, tingkat pengetahuan serta perilaku tentang skabies dan membuktikan hubungan antara pengetahuan tentang skabies dan perilaku menjaga kebersihan dengan kejadian skabies di Pondok Pesantren X Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di daerah X yang berjumlah 572 orang. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin dapat diketahui bahwa besarnya sampel penelitian adalah 235 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, sedangkan teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil: Pada penelitian ini ditemukan bahwa dari 70 responden santri, sebanyak 27 orang atau 38,57% mengalami scabies. Pengetahuan (p = 0,021; OR 5,307) dan perilaku (p = 0,001; OR = 10,34) merupakan factor risiko skabies. Kesimpulan: Penyuluhan dan gerakan pencegahan scabies merupakan hal penting untuk memberantas skabies

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2025 2025