Jurnal HIDROPILAR
Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Hidropilar

Penerapan Metode Least Square untuk Analisis Komponen Pasang Surut di Perairan Omaezaki Jepang Selama Fenomena Blood Moon: Application of The Least Squares Method for Tidal Component Analysis in The Omaezaki Coastal Waters, Japan During The Blood Moon Phenomenon

Alan Iqbal Maulana (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Widodo Setiyo Pranowo (Badan Riset dan Inovasi Nasional)
i wayan sumardana eka putra (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)



Article Info

Publish Date
25 Feb 2026

Abstract

Fenomena gerhana Bulan total (blood moon) yang teramati secara jelas di wilayah Omaezaki, Jepang pada 8 September 2025, memunculkan pertanyaan ilmiah mengenai potensi pengaruh dinamika astronomis ekstrim terhadap variabilitas pasang surut lokal. Penelitian ini menganalisis karakteristik pasang surut di perairan Omaezaki, Jepang selama periode fenomena blood moon pada bulan September 2025 menggunakan metode Least Square. Data pasang surut diperoleh dari Sea Level Station Monitoring Facility (IOC-UNESCO) dengan periode pengamatan yang mencakup tiga set data, yaitu saat kejadian blood moon (8 September 2025), periode lintas fenomena (18 Agustus–17 September 2025), dan periode sebelum fenomena (2–31 Agustus 2025). Analisis dilakukan menggunakan perangkat MATLAB Toolbox T-Tide untuk menghitung konstanta harmonik utama serta menentukan bilangan Formzahl (F) yang digunakan dalam klasifikasi tipe pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai bilangan Formzahl berturut-turut adalah 0,59 (Dataset 1), 0,761 (Dataset 2), dan 0,937 (Dataset 3). Nilai tersebut berada pada rentang 0,25 ≤ F < 1,5, yang mengindikasikan bahwa tipe pasang surut di perairan Omaezaki termasuk pasang surut campuran condong harian ganda (mixed tide, predominantly semidiurnal). Dominasi M2 memperkuat karakteristik pasang surut harian ganda diikuti oleh K1 dan O1. Konstanta harmonik dengan amplitudo tertinggi secara signifikan teridentifikasi pada periode terjadinya fenomena blood moon. Begitu juga munculnya komponen MM yang signifikan di hari-H, yang berkaitan dengan variasi jarak Bulan-Bumi. Namun, analisis terhadap data berdurasi pendek (24 jam) menghasilkan perhitungan elevasi muka laut penting yang tidak realistis. Hal ini menunjukkan pentingnya penggunaan data berdurasi panjang (minimal 29 hari atau 1 siklus bulan) untuk mendapatkan konstanta harmonik dan elevasi perencanaan yang akurat. Hal ini menegaskan bahwa fenomena astronomis seperti blood moon dapat memperkuat amplitudo pasang surut tanpa mengubah tipe dasar pasut di wilayah tersebut.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

hidropilar

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Jurnal HIDROPILAR adalah jurnal yang diasuh oleh Program Studi D-III Hidro-seanografi, Direktorat Pembinaan Diploma, Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), dengan tujuan menyebarluaskan informasi tentang perkembangan keilmuan dan teknologi peralatan bidang Hidro-Oseanografi di Indonesia. ...