Widodo Setiyo Pranowo
Badan Riset dan Inovasi Nasional

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Enso (El Nino Southern Oscillation) Terhadap Suhu Dan Salinitas di Perairan Utara Aceh: The Effect of Enso (El Nino Southern Oscillation) on Temperature and Salinity in North Aceh Waters Wanda Avia Pasha; Amron Amron; Widodo Setiyo Pranowo
Jurnal Hidropilar Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v8i2.247

Abstract

Suhu dan salinitas merupakan faktor oseanografi yang berperan dalam proses fisika maupun biologi diperairan. Massa air dapat diketahui dengan menganalisis distribusi suhu dan salinitas. Variabilitas iklim di Indonesia salah satunya di pengaruhi oleh ENSO. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi umum perairan utara Aceh, mengetahui variabilitas suhu dan salinitas saat fenomena ENSO terjadi dan korelasi antara suhu dan salinitas terhadap SOI. Data yang digunakan adalah suhu dan salinitas pada tahun 2011, 2012 dan 2015 dari website HYCOM. Metode yang digunakan adalah asimilasi hasil model dengan menggunakan software Ocean Data View 4 untuk variabilitas spasial dan Microsoft Excel untuk variabilitas temporal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi umum di perairan utara Aceh saat fenomena ENSO tidak mengalami perubahan suhu dan salinitas yang signifikan. Variabilitas suhu laut pada kondisi La Nina lebih tinggi daripada kondisi El Nino sedangkan variabilitas salinitas yang terjadi pada kondisi El Nino lebih tinggi daripada La Nina. Hasil korelasi menunjukkan saat kondisi La Nina terhadap SOI tidak mempengaruhi variabilitas suhu, namun saat kondisi El Nino SOI dapat mempengaruhi suhu dengan tingkat hubungan kuat dan saat La Nina cenderung lemah. Saat kondisi La Nina dan El Nino terhadap SOI tidak mempengaruhi variabilitas salinitas.
Karakteristik Angin dan Gelombang di Perairan Selatan Pulau Biak untuk Perencanaan Awal Pembangunan Dermaga Lanal: Characteristics of Wind and Waves in The Waters of The Southern Biak Island Coastal Waters for Construction Planning of The Navy Harbour Amri Rahmatullah; Choirul Umam; Widodo Setiyo Pranowo; Johar Setiyadi; Agustinus Agustinus
Jurnal Chart Datum Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v8i2.143

Abstract

Kabupaten Biak Numfor berada pada posisi yang strategis dan berbatasan dengan negara-negara di kawasan Pasifik. TNI-AL sebagai penegak kedaulatan di laut, hadir di wilayah perairan perbatasan Indonesia termasuk perairan kepulauan Biak. Lanal Biak akan membangun fasilitas dermaga yang berlokasi di pesisir daerah Waupnor, Kabupaten Biak Numfor. Untuk itu perlu dilaksanakan studi pendahuluan tentang kondisi hidro-oseanografi di perairan dermaga tersebut. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang karakteristik gelombang dan angin terkait dengan tinggi gelombang maksimum, tinggi gelombang signifikan dan kecepatan angin selama 1 tahun (Desember 2020 s.d. November 2021). Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Data dari ECMWF diolah dengan software Ocean Data View (ODV) kemudian diekspor dan dikalkulasi menggunakan MS. Excel. Selanjutnya ditampilkan dalam windrose dan waverose menggunakan software  WRPlot. Dari hasil penelitian ini didapatkan tinggi gelombang maksimum terjadi pada bulan April 2021 dan Januari 2021 yaitu mencapai 2,37 meter dan tinggi maksimum gelombang signifikan juga terjadi pada bulan April 2021 mencapai 1,23 meter dengan arah gelombang pada musim Barat dan musim Peralihan I bergerak dari arah Barat Daya ke Timur Laut dengan ketinggian gelombang dari 0,33-1 meter. Kecepatan angin maksimum dan rata-rata terjadi pada musim Barat dan musim Peralihan I, bergerak dari arah Barat Daya dan Barat berkisar 3,6-5,7 m/s. Selain itu didapatkan persamaan regresi ( y = 9,0932x + 1,0665 ) dan nilai R² = 0,726, dengan nilai korelasi yang cukup kuat (0,5). Untuk keamanan kapal saat sandar di dermaga ini juga sangat aman, data tinggi gelombang signifikan selama 1 tahun antara 0,33-1 meter. Namun perlu untuk diwaspadai pada musim angin Barat dan Peralihan I, tinggi gelombang maksimum dapat mencapai 2,37 meter dan kecepatan angin 30 m/s hingga 45,71 m/s.
Karakteristik Suhu dan Salinitas di Selat Makassar Berdasarkan Data CTD Cruise Arlindo 2005 dan Timit 2015: Characteristic of Temperature and Salinity in The Makassar Strait Based on Arlindo 2005 and Timit 2015 CTD Cruise Data agustinus agustinus; Widodo setiyo Pranowo; Nurhidayat Nurhidayat; Nuki Widi Asmoro; hendra hendra
Jurnal Chart Datum Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v8i2.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Karakteristik massa air melalui Pola distribusi Suhu dan Salinitas secara menegak dan melintang serta analisa Diagram Tpot-S di Selat Makassar berdasarkan Data CTD Cruise Arlindo 2005 dan Timit 2015. Selat Makassar merupakan salah satu pintu utama Arus Lintas Indonesia (Arlindo) yang membawa massa air dari Samudera Pasifik menuju wilayah Indonesia sehingga pola distribusi Suhu dan Salinitas di Selat Makassar dipengaruhi oleh Arlindo, Berdasarkan hasil Analisa Diagram Tpot-S pada pengolahan data CTD Cruise Arlindo 2005 dan Timit 2015 dengan kedalaman mencapai 1000 meter telah teridentifikasi beberapa karakteristik massa air di Selat Makassar diduga dipengaruhi oleh oleh jenis BBW antara kedalaman 13 m sampai 68 m dengan ciri suhu 25,0°Csampai 29,0°Cdan salinitas 28 ‰ sampai 35 ‰, ESPCW antara kedalaman 69 m sampai 450 m dengan ciri suhu 8,0  sampai 24,0°C dan salinitas 34,4 ‰ sampai 36,4 ‰ dan WSPCW antara kedalaman 111 m sampai 860 m dengan ciri suhu 6,0°Csampai 22,0°C, dan salinitas 34,5 ‰ sampai 35,8 ‰.  
Karakteristik Arus Musiman di Selat Sunda: Characteristics of Seasonal Currents in The Sunda Strait Hendra Hendra; widodo setiyo pranowo; Tri Aji; mukhlis mukhlis; Agustinus Agustinus
Jurnal Chart Datum Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v8i2.146

Abstract

Perairan Selat Sunda merupakan perairan yang sangat dinamis dan dipengaruhi oleh sistem arus di Laut Jawa dan Samudera Hindia. Kondisi geografis Selat Sunda yang merupakan bagian dari ALKI I sangat strategis bagi kepentingan ekonomi dan pertahanan keamanan nasional maupun internasional, hal ini memberikan peluang dan sekaligus ancaman. Hasil penilitian menampilkan Pola arus musiman pada 3 (tiga) lapisan kedalaman yaitu Mix Layer, Termoklin dan Deep Layer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji struktur dan variabilitas arus di kawasan perairan Selat Sunda. Data didapat dari HYCOM. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode deskriptif dengan hasil penelitian yang dianalisis dan dimodelkan menggunakan ODV (Ocean Data View).  
Karakteristik dan Periode Ulang Tinggi Gelombang Laut di Laut Banda pada Monsun Timur : Characteristics and Repeat Period of High Sea Waves in Banda Sea on East Monsun Ferian Azhari; Muhammad Azis Kurniawan; Widodo Setiyo Pranowo; Kukuh Suryo Widodo; Budi Purwanto
Jurnal Chart Datum Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v8i2.147

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya adalah lautan, oleh karena itu segala aktivitas di laut seperti pelayaran dan penangkapan ikan merupakan bagian penting bagi masyarakat Indonesia. Indonesia memiliki perairan yang startegis dikarenakan letaknya berada diantara benua Asia dan Australia. Ada beberapa wilayah laut yang sangat menarik di Indonesia, salah satunya yaitu laut Banda. Lokasi penelitian terletak di perairan Laut Banda dengan batas koordinat 30 LS – 80 LS dan 1240 BT – 1320 BT dengan menggunakan 187 titik stasiun pengamatan dengan jarak antar stasiun 0.250. Dari lokasi penelitian tersebut akan dikumpulkan data gelombang yang akan digunakan untuk menentukan karakteristik dan peramalan periode ulang tinggi gelombang di lokasi penelitian. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data ERA5 ECMWF dari tahun 2012 sampai dengan 2021. Data yang diunduh berupa data tinggi gelombang signifikan, tinggi gelombang maksimal, periode gelombang  dan arah gelombang yang memiliki resolusi spasial 0,250 dan temporal 1 jam. Tinggi gelombang maksimal dan tinggi gelombang signifikan tertinggi dari 2012 sampai dengan 2021, terjadi pada bulan Juni tahun 2019 dengan tinggi gelombang signifikan mencapai 3,51 meter dan tinggi gelombang maksimal mencapai 6,72 meter. Rata-rata perioda gelombang tertinggi dari 2012 sampai dengan 2021, terjadi pada bulan Juni tahun 2019 dengan perioda gelombang 5,38 detik dengan arah dari Tenggara. Prakiraan tinggi gelombang signifikan pada tahun 2023 mencapai 2,864 meter dengan batas atas 3,025 meter dan batas bawah 2,703 meter.
Analisis Massa Air Musiman di Selat Sunda: Seasonal Water Mass Analysis in The Sunda Strait Tri Aji; Widodo Setiyo Pranowo; Yoyok Nurkarya Santosa; Hendra Hendra; Choirul Umam
Jurnal Chart Datum Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v8i2.148

Abstract

Perairan Selat Sunda merupakan bagian dari laut Indonesia dengan memiliki karakteristik yang menarik. Perairan Selat Sunda di pengaruhi oleh pola angin monsun yang menyebabkan Selat Sunda mengalami empat musim yaitu musim monsun barat, peralihan I monsun timur dan peralihan II, selain itu Selat Sunda merupakan jalur dari Indonesian Throughflow (ITF) sehingga menjadi lokasi yang menarik untuk dilaksanakan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi karakteristik massa air laut di Selat Sunda yang dipengaruhi empat musim selama satu tahun pada kedalaman mix layer, termoklin dan deap layer serta mengidentifikasi masa air laut dari Samudra Hindia. Data yang digunakan adalah data temperatur dan salinitas untuk mengidentifikasai massa air, data bersumber dari situs infrastructure development of space oceanography (INDESO) dengan rentang waktu Desember 2014 sampai dengan Januari 2015. Hasil pengolahan data yang didaapatkan salintas tertinggi di lapisan permukaan terjadi pada musim peralihan II (31,6-33,7 psu) sedang terendah terjadi pada peralihan I (30,5-31,3 psu). Lapisan termoklin memiliki rata-rata tertinggi terjadi pada bulan peralihan I (34,8 psu) dan terendah pada musim hujan (34,65 psu). Pada lapisan dalam rata-rata memiliki salinitas 34,9 psu. Temperatur lapisan permukaan tertinggi pada musim peralihan kemarau (30,2-30,4°C) sedangkan terendah pada musim hujan (29,7-29,5°C). Pada lapisan termoklin rata-rata temperatur tertinggi pada musim kemarau 21,20 °C dan terendah pada musim peralihan I (19 °C). Pada lapisan dalam rata-rata temperatur tertinggi terjadi pada musim peralihan I (10,8 °C) dan terendah pada musim hujan (10,33 °C). Pada perairan ini diduga dilintasi massa air dari Samudra Hindia yaitu Indian Equator Water (IEW), Indonesian Upper Water (IUW) dan South Indian Central Water (SICW).
Telekoneksi Industri Migas dan Strategi Pertahanan Bawah Air untuk Peningkatan Pertahanan Laut Indonesia: Teleconnection Among The Oil Gas Industry and Underwater Defense Strategies to Improve Indonesian Sea Defense I Wayan Sumardana Eka Putra; Agus Saleh Atmadipoera; Henry Munandar Manik; Gentio Harsono; Adi Purwandana; M.Rizal Keulana; Dadang Handoko; Johar Setiyadi; widodo setiyo Pranowo
Jurnal Chart Datum Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v8i2.206

Abstract

Sistem pertahanan negara hendaknya beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sains. Pengaplikasian teknologi akustik merupakan kunci dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah mengenai “Tujuh Pilar Poros Maritim Dunia” yang menuntut adanya sinergitas dari berbagai sektor yang berkecimpung di bidang kelautan. Bidang industri minyak dan gas (migas) menerapkan penggunaan peralatan seismik yang merupakan salah satu peralatan berbasis hidroakustik untuk kegiatan eksplorasi sumber daya alam dengan metode seismik refleksi, dimana metode ini dapat memberikan informasi geospasial kolom air hingga lapisan dibawah dasar laut, sedangkan pada bidang pertahanan memerlukan informasi pada kolom air hingga dasar perairan yang bertujuan untuk menunjang keselamatan navigasi bagi kegiatan patroli kapal selam dan pemuthakiran data batimetri. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran tentang sinkronisasi antara sektor industri migas dan pertahanan dalam mewujudkan kebijakan pemerintah dengan penerapan metode Seismik Oseanografi (SO) yaitu metode inversi data yang menggunakan hasil survei seismik untuk mengidentifikasi fenomena oseanografi kolom air seperti: pergerakan massa air, penaikan massa air dan gelombang internal di perairan Indonesia yang dapat ditelekoneksikan menjadi Peta Additional Military Layer (AML) untuk menunjang strategi pertahanan laut, dimana akibat adanya fenomena oseanografi tersebut dapat merubah karakteritik variabel massa air laut. Metode dalam artikel ini adalah deskritif kualitatif dengan telaah pustaka dan analisa SWOT yang menunjukkan pentingnya harmonisasi penggunaan data seismik. Diharapkan dengan adanya harmonisasi pemanfaatan data seismik dapat dirumuskan suatu informasi hidro-oseanografi spasial (hidros spasial) yang termutakhir , khususnya pada bidang pertahanan sehingga dapat menjadi cahaya kejayaan dan kedaulatan maritim Indoneisa serta akan memberikan keuntungan dan nilai strategis dari kegiatan survei seismik dalam bidang eksplorasi, stabilitas keamanan pertahanan dan kesejahteraan sosial perekonomian.
Simulasi Pemodelan 3-Dimensi Hidrodinamika Arus Baroklinik di Perairain Selat Alor: 3-Dimensional Hydrodynamic Modeling Simulation of Baroclinic Currents in The Waters of The Alor Strait Andi Rahman; Widodo Setiyo Pranowo; Agung Kurniawan
Jurnal Hidropilar Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v11i1.350

Abstract

Perairan Selat Alor merupakan salah satu wilayah maritim yang penting di Indonesia, di mana arus baroklinik memiliki peran signifikan dalam mengatur dinamika perairan. Dalam penelitian ini, dilakukan simulasi pemodelan 3-dimensi untuk memahami perilaku hidrodinamika arus baroklinik di perairan Selat Alor. Pola, arah dan pergerakan arus pada Selat Alor memiliki pola yang hampir sama pada setiap bulannya selama periode pengamatan bulan Januari 2023, April 2023, Juli 2023, dan Oktober 2023 pada musim Barat,peralihan musim barat ke Timur,Musim Timur,serta peralihan Musim Timur ke Barat dengan arah pergerakan dominan menuju utara, kecuali yang terjadi pada Bulan April yaitu arus cenderung mengarah ke arah Selatan hal ini di karenakan beberapa faktor, termasuk perubahan musiman dalam pola angin, suhu permukaan laut, dan fenomena atmosferik lainnya. Nilai rata-rata kecepatan keseluruhan perairan Selat Alor yaitu sekitar 0,804462337 m/s. Arus ini cenderung mengalir ke arah utara, dengan pola aliran yang mengalami defleksi akibat efek Coriolis. Distribusi salinitas arus permukaan di perairan Selat Alor pada setiap Musim Barat cenderung merata yaitu sekitar 34,400 ppt-34,425 ppt. Sementara musim peralihan barat ke timur salinitas lebih tinggi di daerah selatan selat dengan nilai rata-rata 34,04 ppt-34,24 ppt. Pada musim timur sama seperti musim peralihan barat ke timur yaitu cenderung tinggi di area selatan Selat Alor dengan nilai sekitar 33,92 ppt-34,32 ppt. Sedangkan pada musim peralihan timur ke barat yaitu ke arah utara Selat Alor, meningkatkan salinitas di wilayah tersebut dengan nilai rata-rata sekitar 34,43 ppt-34,50 ppt. Sementara untuk distribusi temperatur keseluruhan di perairain Selat Alor rata-rata sekitar 12°C-16°C.Selain itu, simulasi juga mengungkapkan adanya pola aliran sekunder dan turbulensi yang terbentuk akibat interaksi kompleks antara arus utama dengan topografi dasar laut.
Penerapan Metode Least Square untuk Analisis Komponen Pasang Surut di Perairan Omaezaki Jepang Selama Fenomena Blood Moon: Application of The Least Squares Method for Tidal Component Analysis in The Omaezaki Coastal Waters, Japan During The Blood Moon Phenomenon Alan Iqbal Maulana; Widodo Setiyo Pranowo; i wayan sumardana eka putra
Jurnal Hidropilar Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Hidropilar
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/hidropilar.v11i2.402

Abstract

Fenomena gerhana Bulan total (blood moon) yang teramati secara jelas di wilayah Omaezaki, Jepang pada 8 September 2025, memunculkan pertanyaan ilmiah mengenai potensi pengaruh dinamika astronomis ekstrim terhadap variabilitas pasang surut lokal. Penelitian ini menganalisis karakteristik pasang surut di perairan Omaezaki, Jepang selama periode fenomena blood moon pada bulan September 2025 menggunakan metode Least Square. Data pasang surut diperoleh dari Sea Level Station Monitoring Facility (IOC-UNESCO) dengan periode pengamatan yang mencakup tiga set data, yaitu saat kejadian blood moon (8 September 2025), periode lintas fenomena (18 Agustus–17 September 2025), dan periode sebelum fenomena (2–31 Agustus 2025). Analisis dilakukan menggunakan perangkat MATLAB Toolbox T-Tide untuk menghitung konstanta harmonik utama serta menentukan bilangan Formzahl (F) yang digunakan dalam klasifikasi tipe pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai bilangan Formzahl berturut-turut adalah 0,59 (Dataset 1), 0,761 (Dataset 2), dan 0,937 (Dataset 3). Nilai tersebut berada pada rentang 0,25 ≤ F < 1,5, yang mengindikasikan bahwa tipe pasang surut di perairan Omaezaki termasuk pasang surut campuran condong harian ganda (mixed tide, predominantly semidiurnal). Dominasi M2 memperkuat karakteristik pasang surut harian ganda diikuti oleh K1 dan O1. Konstanta harmonik dengan amplitudo tertinggi secara signifikan teridentifikasi pada periode terjadinya fenomena blood moon. Begitu juga munculnya komponen MM yang signifikan di hari-H, yang berkaitan dengan variasi jarak Bulan-Bumi. Namun, analisis terhadap data berdurasi pendek (24 jam) menghasilkan perhitungan elevasi muka laut penting yang tidak realistis. Hal ini menunjukkan pentingnya penggunaan data berdurasi panjang (minimal 29 hari atau 1 siklus bulan) untuk mendapatkan konstanta harmonik dan elevasi perencanaan yang akurat. Hal ini menegaskan bahwa fenomena astronomis seperti blood moon dapat memperkuat amplitudo pasang surut tanpa mengubah tipe dasar pasut di wilayah tersebut.
Implementasi Pemanfaatan Drone Surveilans pada Peperangan Modern Disertai Rancang Bangun Modifikasi Drone Surveilans Fixed Wing: Implementation Of Surveillance Drone Utilization In Modern Warfare Accompanied With Modified Design Of Fixed Wing Surveillance Drone Toufiq Martin; Heru Syamsul Hidayat; Bagus Jatmiko; Widodo Setiyo Pranowo; Dwi Jantarto; Kukuh Suryo Widodo
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i2.384

Abstract

Perkembangan teknologi drone telah merevolusi strategi militer modern, terutama dalam hal pengawasan dan pengintaian di medan perang. Pergeseran paradigma dalam peperangan modern mendorong penggunaan pesawat tanpa awak (UAV) sebagai elemen kunci dalam peperangan yang dapat memberikan keuntungan strategis di medan perang, yang turut mencakup kawasan pesisir pantai dan pulau-pulau kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan penggunaan drone pengintai dalam konteks peperangan modern dan merancang serta membangun prototipe drone sayap tetap yang dapat beroperasi secara otonom. Metodologi penelitian meliputi studi literatur tentang penggunaan drone dalam operasi militer, disertai wawancara para ahli di bidangnya dengan pendekatan kualitatif serta proses perancangan dan pengujian kinerja drone yang dikembangkan. Aspek teknis yang dikaji meliputi struktur drone sayap tetap, sistem navigasi cerdas berbasis GPS yang dilengkapi kamera beresolusi tinggi untuk pengawasan. Hasil perancangan dan konstruksi menunjukkan bahwa drone sayap tetap memiliki keunggulan dalam hal jangkauan terbang, efisiensi energi, dan kemampuan pengumpulan data secara real-time. Implementasi drone pengintai telah terbukti berkontribusi signifikan terhadap efektivitas operasi militer dengan meningkatkan kemampuan deteksi dini, pengintaian taktis, mengurangi risiko bagi personel, dan menyediakan data akurat untuk pengambilan keputusan strategis. Dengan demikian, desain dan konstruksi drone sayap tetap ini dapat menjadi acuan awal dalam pengembangan UAV militer domestik yang tangguh dan efisien.