Usaha ternak ayam kampung memiliki memiliki potensi besar dalam perekonomian masyarakat Indonesia, terlihat dari permintaan pasar yang meningkat terhadap telur dan daging ayam kampung. Namun proses penetasan telur masih konvensional menjadi kendala yang disebabkan oleh kurang menjaga suhu dan kelembapan inkubator. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat yang mampu bekerja secara mandiri, stabil, dan efisien dalam proses penetasan, serta memberikan kemudahan bagi peternak dalam melakukan monitoring jarak jauh. Model penelitian yang dipilih ialah model prosedural yang mengembangkan produk awal yang sudah ada ditambahkan inovasi untuk menjadi lebih baik. Penelitian dilakukan di rumah Bapak Sofyan, Desa Pojok Kota Kediri. Hasil penelitian yang didapat bahwa alat penetasan telur ayam otomatis dirancang dan dikembangkan dengan sistem monitoring suhu dan kelembapan berbasis IoT menggunakan mikrokontroler ESP32 dan aplikasi Blynk, Stabilitas suhu dan kelembapan berdasarkan uji coba selama 16 hari, alat dapat mempertahankan suhu inkubasi rata-rata 37-39°C dan kelembapan rata-rata 50-65%, Sistem memiliki tingkat akurasi mencapai 90% dan berhasil menjaga volume air melalui deteksi ketinggian oleh sensor ultrasonik HC-SR04 dan pengaturan pengisian pompa air.
Copyrights © 2026