Limbah organik rumah tangga seringkali menjadi masalah lingkungan yang besar jika tidak dikelola dengan baik, menyebabkan pencemaran air, bau tidak sedap, dan gas rumah kaca. Artikel ini mengkaji pengolahan limbah organik menggunakan probiotik untuk menghasilkan pupuk cair bernutrisi yang ramah lingkungan serta efisiensi irigasi tetes sebagai solusi hemat air dan pupuk dalam pertanian. Metode dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Wijayakusuma Purwokerto di Desa Tegalsari yang melibatkan sosialisasi pengelolaan sampah dengan alat dekomposer dari galon bekas dan bank kompos, serta pemasangan sistem irigasi tetes. Hasil menunjukkan pengurangan volume sampah hingga 50–70% dan peningkatan pendapatan rumah tangga melalui penjualan pupuk organik, sementara efisiensi irigasi menghemat air sampai 70% serta menurunkan biaya operasional pertanian. Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan. Integrasi pengolahan limbah dengan probiotik dan sistem irigasi tetes membuktikan bahwa solusi terpadu ini mendukung pertanian berkelanjutan dan keberlanjutan lingkungan desa. Temuan ini diharapkan menjadi model implementasi inovasi lingkungan yang efektif pada tingkat masyarakat luas.
Copyrights © 2025