Bullying pada remaja di sekolah sering dianggap “candaan”, padahal dapat mengganggu kesehatan psikologis, rasa aman, dan kenyamanan belajar. Program pengabdian ini dilaksanakan di MTs Miftahul Ulum Sutojayan, Kabupaten Blitar, pada 30 siswa kelas 9 untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan bullying melalui edukasi dan sosiodrama. Kegiatan meliputi pre-test, edukasi interaktif dan diskusi kasus, sosiodrama berbagai bentuk bullying (verbal, fisik, sosial/psikologis, dan siber) dengan peran pelaku–korban–saksi/penolong, refleksi, serta post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari pre-test ke post-test, ditandai bertambahnya siswa pada kategori pengetahuan baik dan berkurangnya siswa pada kategori pengetahuan kurang. Perilaku pencegahan bullying juga membaik, terlihat dari pergeseran dominasi kategori dari sedang pada pre-test menjadi rendah pada post-test. Disimpulkan bahwa kombinasi edukasi dan sosiodrama efektif meningkatkan pemahaman serta memperkuat perilaku pencegahan bullying pada remaja di sekolah, sehingga berpotensi menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan suportif. Program disarankan dilanjutkan melalui penguatan perilaku prososial dan keberanian melapor, pelaksanaan edukasi anti-bullying dan sosiodrama secara rutin dengan mekanisme pelaporan yang aman, serta dukungan orang tua melalui komunikasi, pengawasan pergaulan, dan penanaman empati.
Copyrights © 2026