Lopo atau lapau merupakan sebuah warung kopi yang ada di Batang Lapu, Kabupaten Pasaman Barat, provinsi Sumatera Barat. Lopo berperan sebagai media interaksi sosial masyarakat, seiring hadirnya teknologi modern interaksi langsung antar masyarakat mulai berkurang. Melalui fotografi konseptual sebagai upaya menghadirkan kembali suasana lopo yang sarat akan nilai kebersamaan, interaksi sosial, dan budaya lokal yang mulai mengalami pergeseran akibat perkembangan zaman. Proses penciptaan dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, penyusunan konsep, storyboard, pemotretan, digital imaging, dan penyajian karya. Pendekatan visual menggunakan teknik mix lighting, low key lighting, warna hangat, serta komposisi yang mendukung terciptanya suasana nostalgia. Hasil penciptaan berupa 21 karya fotografi konseptual yang menampilkan berbagai aktivitas masyarakat di lopo. Analisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes menunjukkan bahwa karya-karya tersebut merepresentasikan makna kebersamaan, komunikasi, dan lopo sebagai ruang sosial yang memiliki nilai budaya bagi masyarakat Minangkabau. Penciptaan ini diharapkan dapat menjadi media apresiasi sekaligus pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Copyrights © 2026