Ampiang Dadiah merupakan salah satu kuliner tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi di Bukittinggi, Sumatera Barat. Kombinasi antara ampiang, yang merupakan beras ketan yang ditumbuk menjadi bentuk pipih, dan dadiah, yaitu produk fermentasi susu kerbau, menciptakan suatu hidangan yang kaya akan cita rasa dan tekstur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik pengelolaan Ampiang Dadiah serta strategi pengembangannya dalam konteks pelestarian kuliner tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap produsen lokal dan penggiat kuliner, serta observasi langsung terhadap proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengelolaan Ampiang Dadiah meliputi pemilihan bahan baku berkualitas, proses fermentasi yang tepat, dan penyajian yang sesuai dengan tradisi lokal. Selain itu, terdapat tantangan dalam mempertahankan keaslian resep dan teknik pembuatan di tengah arus modernisasi dan perubahan selera konsumen. Pengembangan Ampiang Dadiah sebagai kuliner tradisional dapat dilakukan melalui beberapa strategi, antara lain: edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya pelestarian kuliner lokal, inovasi dalam penyajian untuk menarik minat pasar modern, serta kolaborasi dengan sektor pariwisata untuk meningkatkan visibilitas produk ini. Dengan demikian, diharapkan Ampiang Dadiah tidak hanya dapat bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi lokal melalui sektor kuliner.
Copyrights © 2026