Fenomena yang diangkat dalam penelitian ini adalah senioritas sebagai tradisi di lingkungan kampus dan bagaimana tindak lanjut yang semestinya dilakukan agar tradisi ini dapat berhenti di turun temurunkan. Akan tetapi, perspektif mahasiswa terhadap praktik senioritas ternyata bervariasi berbasis dari pengalaman, budaya organisasi di lingkungan kampus dan interaksi sehari hari yang dilestarikan antara senior terhadap junior. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggali lebih dalam perspektif mahasiswa terhadap senioritas sebagai tradisi di dalam lingkungan kampus dan bertujuan untuk mengetahui dampaknya terhadap kehidupan mahasiswa junior baik dari segi akademik maupun sosial di kampus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner menggunakan google form yang ditujukan kepada mahasiswa di lingkungan kampus. Responden dalam penelitian ini merupakan mahasiswa aktif dari berbagai program studi dan angkatan. Penganalisisan data dilakukan dengan cara deskriptif dengan mengelompokkan jawaban responden, kemudian dihitung dalam bentuk persentase untuk melihat kecenderungan perspektif mahasiswa terhadap senioritas di lingkungan kampus. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa yang telah mendapati praktik ini menilai bahwa praktik ini mengarah pada tindakan bullying verbal dan mengarah pada perploncoan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman ulang terhadap nilai-nilai yang mendasari tradisi ini agar tidak menyimpang dari prinsip kemanusiaan dan nilai-nilai Pancasila.
Copyrights © 2026