Indonesia memiliki keanekaragaman hayati dan keindahan alam, salah satunya Air Terjun Sipiso-piso di Desa Tongging, Kabupaten Karo, yang menawarkan panorama ganda bersama Danau Toba. Namun, pengelolaannya belum memenuhi standar ekowisata secara optimal. Masalah utama yang dihadapi adalah penumpukan sampah anorganik akibat minimnya fasilitas tempat sampah serta beban fisik pengunjung saat mendaki jalur tangga yang curam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan Air Terjun Sipiso-piso menggunakan fungsi POAC (planning, organizing, actuating, controlling) yang diintegrasikan dengan prinsip-prinsip ekowisata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, wawancara, dan studi dokumentasi, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber serta teknik. Hasil analisis menghasilkan rekomendasi penerapan POAC planning melalui papan edukasi sampah, penambahan fasilitas dan program eco-hiking, organizing lewat pembagian beban kerja kelompok pemuda lokal actuating melalui kepemimpinan motivatif serta briefing koordinasi, dan controlling berupa pemantauan rutin fasilitas kebersihan serta keselamatan cuaca. Implementasi ini diharapkan dapat memberikan keuntungan ekonomi (profit) berkelanjutan bagi warga sekitar tanpa merusak kelestarian ekosistem alam.
Copyrights © 2026