Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aksesibilitas dan fasilitas wisata di Air Terjun Simatobat, Desa Sinaka, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi aksesibilitas dan fasilitas wisata yang belum memadai sehingga berpotensi memengaruhi kemudahan akses, kenyamanan, dan keamanan pengunjung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengunjung, pengelola, dan pemerintah desa. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas menuju Air Terjun Simatobat masih belum memadai. Jalur menuju lokasi berupa jalan setapak yang belum tertata, ditumbuhi semak belukar, serta mengharuskan pengunjung menyeberangi sungai sehingga menyulitkan perjalanan, terutama pada musim hujan. Sementara itu, fasilitas wisata seperti gazebo, toilet, dan sarana pendukung lainnya berada dalam kondisi rusak dan tidak dapat digunakan akibat kurangnya pemeliharaan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aksesibilitas dan fasilitas wisata di Air Terjun Simatobat belum mampu mendukung kegiatan pariwisata secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan aksesibilitas, revitalisasi fasilitas, serta pengelolaan yang berkelanjutan melalui kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat agar Air Terjun Simatobat dapat berkembang sebagai destinasi wisata alam yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026