Alih fungsi sebagian lahan perkebunan teh menjadi perkebunan kelapa sawit di Kebun Teh Bah Butong berpotensi memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat dan keberlanjutan usaha pariwisata yang bergantung pada keberadaan hamparan perkebunan teh sebagai daya tarik utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial ekonomi alih fungsi sebagian lahan perkebunan teh terhadap keberlanjutan usaha pariwisata di Kebun Teh Bah Butong, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan aktivitas pariwisata telah mendorong diversifikasi mata pencaharian, membuka kesempatan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai usaha pendukung wisata. Di sisi lain, alih fungsi sebagian lahan perkebunan teh dipersepsikan berpotensi mengurangi daya tarik wisata, memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan, dan berdampak terhadap pendapatan pelaku usaha pariwisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan usaha pariwisata di Bah Butong memerlukan pengelolaan kawasan yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi perkebunan dengan pelestarian hamparan perkebunan teh sebagai identitas utama destinasi melalui kolaborasi antara pemerintah, pengelola, pelaku usaha, dan masyarakat.
Copyrights © 2026