Water Rappelling di Air Terjun Bukik Kojai, Geopark Silokek, telah berkembang menjadi salah satu atraksi wisata minat khusus yang populer, namun jumlah kunjungan masih berfluktuasi tajam (dari 78 pengunjung pada puncaknya hingga hanya 1 pengunjung pada bulan lain dalam periode April 2025–April 2026) dan belum ada kajian ilmiah yang secara khusus mengukur persepsi pengunjung terhadap aktivitas ini. Penelitian ini menawarkan solusi berupa pengukuran kuantitatif terhadap persepsi pengunjung menggunakan kerangka komponen 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary Services) menurut Yoeti (2008), dengan tujuan mengetahui tingkat persepsi pada tiap komponen serta komponen yang paling dominan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan kuesioner skala Likert 1–5 yang disebarkan kepada 80 responden yang telah mengikuti aktivitas Water Rappelling, dianalisis menggunakan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,31 (kategori Sangat Setuju), dengan komponen Ancillary memperoleh nilai tertinggi (4,49) sebagai komponen paling dominan, diikuti Atraksi (4,40), Amenitas (4,32), dan Aksesibilitas (4,02) sebagai komponen terendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengunjung memiliki persepsi yang sangat positif terhadap aktivitas Water Rappelling, dengan kondisi jalan menuju lokasi sebagai aspek utama yang masih perlu ditingkatkan oleh pengelola dan pemerintah daerah.
Copyrights © 2026