Perkembangan Islam kontemporer di Indonesia menunjukkan adanya perubahan orientasi dalam menyikapi perbedaan teologis, dari kecenderungan yang bercorak eksklusif menuju pendekatan yang lebih dialogis dan inklusif. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena praktik takfir yang pernah mendominasi sebagian diskursus keagamaan mulai diimbangi oleh berkembangnya paradigma tafahum yang menekankan saling memahami dan penghormatan terhadap keragaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis pergeseran orientasi berteologi dari takfir menuju tafahum dalam Islam kontemporer Indonesia serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran orientasi berteologi tidak terjadi pada aspek substansi akidah, melainkan pada cara umat Islam memahami dan mengelola perbedaan teologis. Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh demokratisasi kehidupan beragama, perkembangan media digital, kontribusi organisasi-organisasi Islam, berkembangnya tradisi akademik di perguruan tinggi keagamaan, serta menguatnya paradigma moderasi beragama. Penelitian ini menawarkan sintesis konseptual yang memperlihatkan hubungan antara takfir dan tafahum sebagai perubahan orientasi berteologi dalam konteks Islam kontemporer Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian teologi Islam serta menjadi landasan konseptual bagi penguatan dialog intraumat Islam dan kohesi sosial dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.
Copyrights © 2026