Bata merah merupakan material konstruksi fundamental yang masih mendominasi industri bangunan Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 65% untuk konstruksi perumahan. Namun, variabilitas kualitas yang tinggi dan kuat tekan yang sering di bawah standar menjadi tantangan utama dalam aplikasi struktural. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penambahan serat polipropilena dalam meningkatkan karakteristik mekanis bata merah, khususnya kuat tekan, serta menentukan komposisi optimal untuk aplikasi praktis. Dilakukan penelitian eksperimental dengan lima variasi dosis serat polipropilena (0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dari berat tanah liat kering) menggunakan tanah liat dari Kabupaten Padang Pariaman. Parameter yang diuji meliputi kuat tekan, daya serap air, dan berat jenis dengan masing-masing 10 sampel per variasi. Penambahan serat polipropilena 0,5% menghasilkan peningkatan kuat tekan optimal sebesar 32,88% dibandingkan bata kontrol (dari 476,67 Kgf menjadi 633,33 Kgf). Namun, penambahan di atas dosis tersebut justru menurunkan kuat tekan secara bertahap. Daya serap air mengalami peningkatan dari 23,54% (kontrol) menjadi 32,16% (dosis 2%), sementara berat jenis menurun dari 4,25 g/cm³ menjadi 3,11 g/cm³. Modifikasi bata merah dengan serat polipropilena terbukti efektif meningkatkan kinerja mekanis pada dosis optimal 0,5%. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan material konstruksi tradisional yang lebih berkualitas dan kompetitif.
Copyrights © 2025